Kamis, 17 Desember 2020

Perbedaan, Kelebihan dan Kelemahan dari Saham dan Derivatif

Assalamu'alaikum teman-teman..

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Perbedaan, Kelebihan dan Kelemahan dari Saham dan Derivatif"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

A. Perbedaan Saham Dan Derivatif

Saham merupakan salah satu jenis surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atas perusahaan. sedangkan derivatif merupakan kontrak bilateral yang digunakan oleh manajer investasi atau lembaga keuangan serta para investor untuk melihat posisi pergerakan saham.


Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets. Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek “utama” baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek “utama” maupun turunan selanjutnya.


Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di spot market.

Efek derivatif merupakan efek turunan dari efek utama, Derivatif ini merupakan perjanian yang nilai keuntungannya terkait dengan niali aset lainnya.

Secara umum instrumen derivatif ini dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Opsi atau kontrak berjangka yang merupakan kontrak dimana salah satu pihaknya menyetujui untuk membayar hak pihak lain.
  2. Swap merupakan suatu perjanjian transaksi pertukaran 2 valuta asing melalui pembelian ataupun penjualan dilakukaan secara berjangka dan simultan, sesuai dengan kurs pada hari terjadinya transaksi.

Adapun instrumen-instrumen derivatif lainnya adalah :

  1. Kontrak Opsi Saham
  2. Kontrak berjangkan Indeks (LQ 45 futures)
  3. Mini LQ Futures
  4. LQ 45 Futures periodik
  5. Spesifik kontrak JP Futures

Kontrak derivatif ini juga dapat diperjual belikan diluar bursa saham maupun tanpa menggunakan pialang, jadi transaksi langsung dilakukan oleh pihak penjual dan pihak pembeli secara langsung tanpa adanya perantara.


B. Kelebihan dan Kekurangan Investasi Saham

Kelebihan Investasi Saham:

  1. Memberikan potensi return yang tinggi dan berkesinambungan.
  2. Sangat likuid, saat anda ingin menjualnya, pembeli tersedia. (hal ini dikarenakan Saham memiliki bursa tersendiri yakni Bursa Efek Indonesia yang mempertemukan pihak penjual dan pembeli).
  3. Tidak memerlukan rekruitmen karyawan baru
  4. Tidak memerlukan perawatan
  5. Tidak perlu membayar pajak selama memilikinya
  6. Nilai saham dapat dipantau dengan mudah di media – media cetak maupun visual.

Kekurangan Investasi Saham:

  1. Potensi return yang tinggi pada saham kadang juga diiringi potensi rugi yang besar akibat salah pilih saham.
  2. Karena sangat likuid, kadangkala menjadikannya terlalu fluktuatif sehingga saat kita mau menjual harganya tidak sesuai ekspektasi.
  3. Tidak memerlukan pegawai, artinya anda sendiri yang memantau investasi saham anda. Kadangkala investor melupakan investasinya karena sibuk pada urusan lain sehingga investasinya terbengkalai.
  4. Karena harga saham sangat mudah dipantau, kadangkala mempengaruhi psikologis investor untuk bertindak irasional, terlalu optimis, kadang emosional, dan panik. Bandingkan jika seseorang memiliki tanah untuk investasi, karena harga pasaran sulit diketahui, investor tanah tersebut tidak tahu perubahan harga secara harian.


C. Kelebihan Dan Kekurangan Derivatif

Dibawah ini merupakan beberapa manfaat dari Derivatif, diantaranya sebagai berikut :

1. Sebagai instrumen untuk memindahkan resiko ke pihak lain

Manfaat pertama dari derivatif ini ialah sebagai instrumen untuk dapat memindahkan resiko ke pihak lain. Sebagai contoh seorang petani jagung dapat menjual kontrak berjangka untuk hasil panen pada spekulator walaupun belum waktunya itu melakukan panen. Petani tersebut akan mendapatkan perlindungan resiko dari pergerakan naik turun nya harga jagung.

Sedangkan pihak spekulator siap untuk menerima resiko tersebut dengan harapan bisa mendapat keuntungan apabila harga jual jagung mengalami kenaikan serta juga sebaliknya apabila mengalami kerugian itu pada saat harga jual jagung menurun.


2. Sebagai sebuah aksi untuk mengambil keuntungan

Manfaat kedua dari derivatif ini ialah sebagai sebuah aksi untuk dapat mengambil keuntungan dengan memanfaatkan sebuah perbedaan nilai suatu aset acuan serta juga nilai satu aset lainnya.

Contohnya ialah mengambil keuntungan dari perbedaan harga indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Lampung serta juga harga ILQ-45 di Bursa Efek Medan (future market).

Selasa, 15 Desember 2020

Tips Memulai Berinvestasi Bagi Kaum Milenial

Assalamu'alaikum temen-temen..

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Tips Memulai Berinvestasi Bagi Kaum Milenial "

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

Tantangan untuk Anak Muda Milenial yang Ingin Berinvestasi

     Tantangan utama anak muda di usia 20an untuk masalah keuangan adalah bagaimana mereka mengeluarkannya untuk spending pengalaman baru, dibandingkan saving untuk keperluan jangka panjang.

Usia 20an adalah usia transisi dari remaja ke dewasa, dimana kamu punya otoritas penuh terhadap diri sendiri, punya pekerjaan dan bisa menafkahi diri sendiri, belum ada tanggungan atau cicilan dan mau menikmati hasil usaha kerja dengan senang-senang serta membeli pengalaman baru.

Salah? Nggak dong…

Tapi jangan lupa kalau keuangan yang matang dan mapan itu perlu perencanaan sejak dini. Pemenuhan gaya hidup adalah faktor utama yang menjadikan generasi muda masih kesulitan dalam mengatur keuangan.

Memenuhi gaya hidup nggak ada habisnya, Dream Warriors. Jangan jadikan konsep "You Only Live Once" sebagai pembenaran terhadap gaya hidup konsumtif.

Kamu harus memikirkan masa depan dan kejar mimpi punya perencanaan keuangan yang mapan.

Aku sudah buat perencanaan keuangan dan menyisakan pemasukkanku buat tabungan di bank. Berarti sudah bisa dibilang berinvestasi kan?"

Menabung tidak sama dengan investasi dan masih banyak yang salah kaprah tentang hal ini. 

   Banyak milenial yang menyisihkan gaji nya untuk ditabung dengan berbagai tujuan, baik untuk menikah, beli rumah, modal usaha ataupun untuk keperluan mendadak.

Memiliki tabungan di bank sebenarnya bukanlah ide baik, karena rentan terhadap kerugian. Salah satunya adalah dikenakan biaya administrasi yang tinggi dan juga kemungkinan inflasi.

Memulai berinvestasi di usia muda menjadi pilihan alternatif yang menjanjikan. Sayangnya, minimnya pengetahuan tentang investasi membuat banyak kaum milenial ragu-ragu untuk memulai investasi.

Banyak orang yang belum berani memulai investasi karena berbagai alasan. Mulai dari takut kehilangan dana, investasi bodong, dan enggan membayangkan kerumitan investasi.


Tips Yang Harus Dilakukan Sebelum Memulai Berinvestasi

Berikut adalah beberapa tips yang harus diperhatikan, sebelum memulai investasi:

  • Langkah pertama berinvestasi adalah dengan mulai mencari informasi, membandingkan satu instrument investasi dnegan instrument investasi lainnya.
  • Jangan memulai investasi dalam keadaan buta sama sekali. Baik itu sudah dialami teman atau kerabat, atau ada tawaran investasi muncul selalu cari tahu seluk beluknya sebelum memutuskannya.
  • Pantau terus jalannya uang dalam investasi, pastikan selalu mendapatkan kontak langsung dengan perkembangan investasi sehingga bisa melakukan antisipasi jika keadaan berubah buruk, atau melakukan sesuatu jika keadaan menguntungkan. 
  • Miliki perencanaan yang terhadap dana yang ditaruh untuk investasi berkaitan dengan tenor atau jatuh tempo. Apakah investasi tersebut hanya akan ditarik atau dilanjutkan, rancang lah segala sesuatunya dengan matang.


Kenapa Anak Muda Harus Berinvestasi?

  • Menciptakan sumber keuangan baru, Berinvestasi memberikan kamu kesempatan untuk menambah nilai atas uang kamu. Ketika dana investasi kamu menghasilkan bunga, bunga itulah yang menjadi keuntungan kamu. Beda halnya dengan menabung, dimana uang kamu hanya akan diam di bank dan tidak menambah nilai
  • Kamu bisa kejar mimpi, Mimpi punya rumah? Memulai bisnis sendiri? Investasi bisa membantu kamu untuk mewujudkan tujuan mimpi kamu.
  • Kamu membuat uang bekerja untuk kamu, bukan sebaliknya, Dana yang kamu investasikan akan menghasilkan uang tambahan dari bunga yang dihasilkan. Dari tambahan pemasukkan tersebut, kamu bisa “menikmati” hidup melakukan hal yang kamu inginkan, misalnya traveling, melanjutkan pendidikan atau modal membangun bisnis.
  • Menyiapkan masa tua, Akan ada waktunya kamu harus pensiun dan berhenti dari dunia kerja. Tentunya kamu harus mempersiapkan sumber pendapatan ketika kamu sudah nggak produktif lagi. Kalau kamu melakukan investasi dari muda, dana investasi dan keuntungannya bisa kamu nikmati ketika kamu pensiun nanti. Nilai uang kamu akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Pesanku:

"Berinvestasilah sedini mungkin, berinvestasi tak terpaut umur, berinvestasi juga tak terpaut kecerdasan IQ anda. Jangan tunggu kaya baru berinvestasi, karena berinvestasi itu untuk kaya! Ayo segerakan berinvestasi. Saatnya bertindak! Kita harus bergerak maju dan berada jauh didepan" -Anjami Nadila

Terimakasih dan semoga ini bermanfaat untuk kalian semua, aamiin

Rabu, 09 Desember 2020

Quis Akuntansi Keuangan Lanjutan I - 5A Akuntansi

Assalamualaikum Wr.Wb...

Selamat datang diblog saya, selamat membaca dan semoga ini bermanfaat yaa..

Soal Quis

PT Maha karya yang berkedudukan di Surabaya dengan spesifikasi usaha dibidang perdagangan barang-barang elektronik. Melakukan kerjasama konsinyasi dengan PT ELG Elektronik khusus untuk penjualan pesawat TV dengan perjanjian sebagai berikut :

  1. Harga jual TV Rp 500.000 per unit dan harga pokoknya adalah Rp 350.000 per unit.
  2. Komisi untuk PT Maha karya adalah sebesar 15% dari hasil penjualan.
  3. PT Maha karya memungut sewa atas barang konsinyasi sebesar Rp500 per unit.
  4. Semua beban yang dikeluarkan PT Maha karya ditanggung oleh PT ELG Elektronik seperti ongkos angkut, kuli dll.
  5. PT Maha karya menyerahkan uang muka sebesar 20% dari harga jual barang yang dikirim.

Adapun transaksi bulan Januari 2009:

  1. Pengiriman dan penerimaan barang konsinyasi 100 unit.
  2. Penerimaan dan pengiriman uang muka sebesar 20% dari harga jual.
  3. PT ELG Elektronik mengeluarkan ongkos angkut untuk pengiriman barang ke PT Maha karya secara tunai sebesar Rp 60.000.
  4. Pembayaran sewa atas barang-barang konsinyasi yang dikirim, diterima secara tunai oleh PT Mahakarya.
  5. Penjualan barang konsinyasi selama bulan Januari 2009 yang terdiri atas:

Penjualan tunai = 80 unit  dan penjualan kredit = 20 unit.

  1. Pengeluaran buku kas PT Maha karya adalah :
  • Ongkos kuli masuk = Rp30.000
  • Ongkos kuli keluar = Rp20.000
  • Ongkos angkut        = Rp75.000
  1. Pencatatan komisi oleh PT Maha karya
  2. Pengiriman dan penerimaan laporan penjualan barang konsinyasi serta pengiriman uang setelah di-perhitungkan uang muka.

Diminta:

Buat jurnal yang diperlukan untuk transaksi diatas pada buku pengamanat dengan metode

  1. Dicatat secara terpisah dengan penjualan reguler, dan
  2. Dicatat tidak terpisah dengan penjualan reguler. Perusahaan menggunakan pencatatan persediaan perpetual
Jawab:
1. Dicatat secara terpisah

1

Pengiriman barang konsinyasi 100 unit TV kepada PT Maha karya @ 350.000

Konsinyasi keluar    Rp 35.000.000

        Persediaan BD                          Rp 35.000.000

2

Penerimaan uang muka 20% dari harga .jual barang yang dikirim

Kas                                Rp     100.000

         Uang muka komisioner          Rp     100.000

3

Mencatat pengeluaran ongkos angkut

Konsinyasi Keluar      Rp       60.000

         Kas                                              Rp       60.000

4

Mencatat sewa gudang komisioner 100 unit @ Rp 500

Konsinyasi Keluar       Rp      50.000

          Kas                                             Rp       50.000

5

Tidak ada jurnal

6

Tidak ada jurnal

7

Tidak ada jurnal

8

Mencatat laporan penjualan barang konsinyasi dan penerimaan uang

Kas                                  Rp 32.375.000

Uang muka komisioner    10.000.000

Konsinyasi keluar                7.625.000

        Konsinyasi keluar                    Rp 50.000.000

9

Mencatat laba penjualan konsinyasi

Konsinyasi keluar        Rp   7.265.000

       Laba/rugi penj. konsinyasi      Rp  7.265.000

 

 































2. Dicatat secara tidak terpisah (gabungan)

1

Tidak ada jurnal (Memorandum)

2

Kas                                            Rp  100.000

Uang muka komisioner                         Rp  100.000

3

Ongkos angkut masuk     Rp     60.000

Kas                                                            Rp     60.000

4

Beban sewa                            Rp     50.000

Kas                                                             Rp    50.000

5

Tidak ada jurnal

6

Tidak ada jurnal

7

Tidak ada jurnal

8

 Kas                                        Rp 32.375.000

Uang muka komisioner     Rp 10.000.000

Beban kuli                            Rp        50.000

Ongkos angkut keluar       Rp         75.000

Beban komisi                      Rp    7.500.000

Penjualan                                             Rp 50.000.000

9

Mencatat HPP barang konsinyasi

HPP                                        Rp 35.000.000

Persediaan BD                                     Rp 35.000.000

10

   HPP                                     Rp         60.000

Ongkos angkut masuk                       Rp         60.000

 

Senin, 07 Desember 2020

Risk and Return

Assalamualaikum teman-teman..

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Risk and Return"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

Definisi Umum Retur dan Risk dalam Investasi

Investasi dalam arti luas, berarti mengorbankan uang sekarang untuk uang di masa depan yang akan diperoleh. Ada 2 (dua) hal yang tidak dapat terpisahkan dari investasi yaitu tingkat pcngendalian atau resiko yang mungkin akan dihadapi. Penting bagi seseorang atau instansi yang akan berinvestasi untuk memperhitungkan atau mcmpertimbangkan tingkat pengembalian yang akan diperoleh dari investasi tersebut apakah mengtungkan atau merugikan dan mcmperkirakan risiko-risiko apa saja yang akan dihadapi, sehingga risiko-risiko tersebut dapat dihindari atau dihadapi, sehingga dapat membantu para calon invesstor yang akan berinvestasi agar dapat membuat keputusan yang mcnguntungkan.

Investasi adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tcrsebut.

Tujuan investasi adalah:

  1. Mendapatkan kehidupan yang lebih layak dimasa yang akan datang.
  2. Mengurangi tekananinflasi.
  3. Dorongan untuk menghemat pajak.
  4. Seseorang melakukan investasi cenderung untuk menghindari dari kemungkinan menanggungg resiko dan mendapatkan pengembalian (keuntungan) setinggi mungkin. Risk dan return adalah kondisi yang dialami perusahaan, institusi, dan individu dalam keputusan investasi yaitu baik kerugian maupun keuntungan dalam suatu periode akuntansi.

Hubungan antara resiko dan tingkat pengembalian adalah:

  1. Bersifat linear atau search.
  2. Semakin tinggi tingkat pengembalian maka semakin tinggi pula resiko.
  3. Semakin besar aset yang kita tempatkan dalam keputusan investasi maka semakin besar pula resiko yang timbul dari investasi tersebut.
  4. Kondisi linear hanya mungkin terjadi pada pasar yang bersifat normal.


A. Return (Tingkat Pengembalian)

Definisi Tingkat pengembalian

Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukan. Beberapa pengertian return yang lain:

  • Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi ekuitas pemegang saham.
  • Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan distribusi deviden. Investor mengurangi biaya investasi dengan jumlah pembayaran.
  • Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara investasi dan laba.
  • Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan dibagi total kapitalisasi perusahaan
  • Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
  • Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan kekayaan bersihnya.
  • Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat membandingkan presentase penjualan bersihnya yang mencerminkan laba sebelum pajak terhadap variabel yang sama dari periode sebelumnya.
  • Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.
  • Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu.


Jenis-jenis Tingkat Pengembalian

  • Return Realisasi (realized return), Return realisasi adalah return yang telah terjadi yang dihitung menggunakan data historis.
  • Return Ekspektasi (expectation return), Return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.

Seorang investor akan mengharapkan return tertentu dimana yang akan datang tapi jika investasi dilakukan telah selesai maka investor akan mendapat return realisasi yang telah dilakukan.


B. Risk (Resiko)

Definisi Resiko

Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau kehancuran. Lebih luas. risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya. terdapat suatu jargon "high risk bring about high return",artinya jika ingin memperolch hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula.Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald Ebert Risiko adalah uncertainty about future event. 

Adapun Joel G.Siegel dan Jae K.Sim mendefinisikan risiko pada 3 hal:

  1. Keadaan yang mengarah kepada sekumpulan hasil khusus dimana hasilnya dapat diperoleh dengan kemungkinan yang telah diketahui oleh pengambilan keputusan. Variasi dalam keuntungan penjualan atau variabel keuangan lainnya.
  2. Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi kinerja operasi perusahaan atau posisi.
  3. Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi kinerja operasi perusahaan atau posisi keuangan.

Resiko investasi dapat juga diartikan sebagai kemungkinan terjadinya perbedaan antara actual return dan expected return, sehingga setiap investor dalam mengambil keputusan investasi harus selalu berusaha meminimalisasi berbagai risiko yang timbul, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perubahan kondisi ekonomi baik mikro ataupun makro akan mendorong investor untuk melakukan strategi yang harus diterapkan untuk tetap memperoleh return.


Sumber-sumber Utama Resiko

Risiko Bisnis Yaitu derajat ketidakpastian dari hasil suatu investasi dan kemampuan untuk membayar investor berupa bunga, dividen, sewa dan hasil lainnya, karena maju mundurnya suatu perusahaan atau kekayaan dimana investor memiliki investasi.

  • Risiko Finansial. Yaitu risiko yang berhubungan dengan kombinasi pembelanjaan hutang & penyertaan untuk membelanjai suatu perusahaan atau kekayaan, makin besar proporsi hutangnya makin besar risikonya, karena pembayaran bunga & pengembalian hutang merupakan kewajiban tetap & diprioritskan.
  • Risiko Daya Beli (Inflasi). Yaitu kemungkinan perubahan tingkat harga-harga dimana investasi yang nilainya paralel dengan tingkat harga (saham, properti) akan menguntungkan pada periode kenaikan harga sedang investasi yang memberi hasil tetap (tabungan, obligasi) akan disenangi pada periode penurunan tingkat harga.
  • Risiko Suku Bunga. Yaitu risiko perubahan suku bunga umum yang mempengaruhi harga surat berharga terutama yang memberi penghasilan tetap (obligasi), dalam hal ini, harga obligasi turun jika suku bunga naik untuk memberikan pembelian tingkat hasil yang sama pada harga pasar yang berlaku, sebaliknya harga obligasi naik jika suku bunga turun agar hasilnya turun sebagai akibat kenaikan harga pasar itu.
  • Risiko Likuiditas. Yaitu risiko sulitnya likuidasi suatu investasi dengan mudah pada harga yang layak.Risiko Pasar. Yaitu risiko yang yang ditimbulkan oleh faktor-faktor yang tidak tergantung dari wahana investasi, seperti politik, ekonomi, sosial, selera & preferensi investor, pengaruh setiap faktor terhadap masing-masing jenis wahana investasi tidak sama.
  • Risiko Negara. Yaitu risiko yang berhubungan dengan keadaan politik, ekonomi, stabilitas dan viabilitas suatu negara


Alternatif- Alternatif Menghindari Resiko

Untuk menghindari resiko yang timbul terhadap aktivitas investasi yang dilakukan, perlu dilakukan alternatif-alternatif dalam pengambilan keputusan. Alternatif keputusan yang diambil adalah dianggap realistis dan tidak akan menimbulkan masalah nantinya Tindakan seperti ini dianggap sebagai bagian strategi investasi. Bahwa berbagai keputusan-keputusan strategis akan menghasilkan nilai yang lebih besar bagi perusahaan. Dimana tindak lanjut dari keputusan strategis ini adalah dengan melibatkan secara maksimal sumber daya yang ada untuk mengimplementasikan keputusan yang dimaksud dan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas implementasi ini. Artinya adalah resiko yang timbul merupakan bentuk dari realita yang terjadi, yang mana resiko itu selalu saja sulit untuk dihindari namun diusahakan resiko itu terjadi dalam jumlah yang sangat minim


Tipe-tipe Resiko

a. Systematic Risk ( Risiko Sistematis)

Risiko sistematis disebut juga dengan market risk atau resiko umum. Risiko sistematis adalah resiko yang bisa didiversifikasikan atau resiko yang sifatnya mempengaruhi secara menyeluruh, Contohnya krisis moneter pada tahun 1997 di indonesia yang telah menyebabkan banyak sekali perusahaan yang bangkrut dan meningkatnya angka pengangguran. Selain itu terjadi pula pada tahun 2008 yaitu saat dunia dilanda krisis finansial yang salah satunya disebabkan oleh kredit subprime mortgage di amerika serikat (tahun 2008) yang sudah terlalu tinggi, dan ternyata tidak bisa di atasi lagi. Contoh lain nya adalah: peraturan pemerintah, kenaikan pajak, resesi, evaluasi, dan sebagainya. 

Resiko ini terjadi karena adanya kejadian diluar kegiatan perusahaan, seperti:

  1. Resiko inflasi, inflasi akan mengurangi daya beli uang sehingga tingkat pengembalian setelah disesuaikan dengan inflasi dapat menurunkan hasil dari inflasi tersebut.
  2. Resiko nilai tukar mata uang (kurs). Perubahan nilai investasi yang disebabkan oleh nilai tukar mata uang asing menjadi resiko dalam investasi.
  3. Resiko tingkat suku bunga, jika suku bunga naik maka return investasi yang terkait dengan suku bunga, misalnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia akan naik ini dapat menarik minat investor saham untuk meindahkan dana ke Sertifikat Bank Indonesia. sehingga banyak yang menjual saham dan harga saham akan turun oleh karena itu perubahan suku bunga akan mempengaruhi variabilitas return suatu investasi.

Systematic risk disebut juga undiversible risk karena resiko ini tidak dapat dihilangkan atau diperkecil melalui pembentukan portofolio.


b. Unsystematic Risk (Resiko Tidak Sistematis)

Unsystematic risk disebut juga dengan resiko spesifik atau resiko yang dapat didiversifikasikan. Resiko yang tidak sistematis yaitu hanya dapat membawa dampak pada perusahaan yang terkait saja. Jika suatu perusahaan mengalami unsystematic risk maka kemampuan untuk mengatasinya masih akan bisa dilakukan, karena perusahaan bisa menerapkan berbagai strategi untuk mengatasinya. Contohnya jika harga sekuritas perusahaan jatuh, maka perusahaan menerapkan berbagai strategi investasi. Contoh lainnya adalah pemogokkan buruh, perubahan manajemen, inovasi, kebakaran dan sebagainya.


c. Total Risk

Total risk adalah gabungan atau penjumlahan antara systematic dan unsystematic risk. Rumus menghitung total resiko:

Total Risk = System Risk + Unsystematic Risk


Mengelola Resiko

Dalam aktivitas yang namanya resiko adalah pasti terjadi dan sulit untuk dihindari sehngga bagi sebuah lembaga bisnis seperti perbankan sangat penting untuk memikirkan bagaimana mengelola resiko tersebut. Dalam mengelola risiko tersebut pada dasarnya ada 2 cara yaitu:

  1. Memperkecil resiko, dengan cara tidak memperbesar setiap keputusan yang mengandung resiko tinggi tapi membatsainya bahkan meminimalisirnya agar resiko tersebut tidak merambah menjadi besar dan menjadi tidak terkendali.
  2. Mengalihkan risiko, dengan cara tidak mengalihkan resiko yang kita terima ketempat lain seperti mengasuransikan bisnis juga menghindari terjadinya resiko yang sifatnya tidak tentu waktunya.


C. Hubungan Antara Risk dan Return

Secara teknis, semakin tinggi tingkat pengembalian yang diharapkan dalam investasi (expected return), maka risk yang dihadapi investor juga semakin tinggi dan berlaku sebaliknya. Hubungan risk and return adalah linier dan searah. Grafik Security Market Line berikut menjelaskan hubungan risk and return dalam investasi dipasar modal.

Grafik Security Market Line (SML) di atas menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara risk and return. yang mana risk ditunjukkan oleh E(Rp) atau expected return portfolio pada sumbu Y dan risk ditunjukkan oleh βp atau Beta portofolio pada sumbu X.

Sementara itu, Rf­ merupakan tingkat keuntungan investasi pada aset bebas risiko dengan risiko sebesar nol (0). E(Rm) atau expected return market merupakan tingkat keuntungan pasar saham.

Sedangkan βm atau Beta pasar merupakan risiko pasar yang bernilai 1. Perhatikanlah garis Security Market Line (SML) yang dimulai dari titik R­f­ dan menuju pada pertemuan titik E(R­m) dan titik βm yang merupakan tingkat keuntungan pasar saham (diukur menggunakan indeks pasar seperti IHSG, LQ-45, JII, dll).

Dari penjelasan tersebut, maka kesimpulan bahwa risk and return berhubungan linear memang benar. Perhatikan garis SML, semakin meningkat E(Rp) maka βp juga semakin meningkat.


Referensi:

Sari, Enggar Purnama. 2020. Risk dan Return Pasar Modal. Diakses 7 Desember 2020 dari enggarpurnamasari14.blogspot.com: https://enggarpurnamasari14.blogspot.com/2020/10/risk-dan-return.html.

Perilaku Investor

Assalamualaikum teman-teman..

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Perilaku Investor"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

Pengertian Perilaku Investor

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang.

Investor adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik yang melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya) baik dalam jangka pendek atau jangka panjang. Terkadang istilah "investor" ini juga digunakan untuk menyebutkan seseorang yang melakukan pembelian properti, mata uang, komoditi, derivatif, saham perusahaan, ataupun aset lainnya dengan suatu tujuan untuk memperoleh keuntungan dan bukan merupakan profesinya serta hanya untuk suatu jangka pendek saja.

Setiap perusahaan pastinya ingin mempunyai modal yang besar demi berjalannya perusahaan yang maju, berkembang pesat dan sejahtera. Baik sejahtera karyawannya maupun sejahtera bagi konsumennya. Hal tersebut pasti sangat dipikirkan oleh manajer atau pimpinan di setiap perusahaan bagaimana caranya memiliki modal yang besar untuk kemajuan usahanya. Karena pada dasarnya modal untuk keberlangsungan dalam perusahaan tidak hanya cukup dari pemilik saja (manajer perusahaan).

Maka dari itu dibutuhkan modal tambahan, dari mana perusahaan mendapatkan modal? Selain dari modal awal dan laba, salah satu sumber modal perusahaan yaitu dari investasi. Investasi dilakukan oleh para investor yang ingin menginvestasikan hartanya dengan harapan untuk mendapatkan manfaat dimasa yang akan datang.

Perusahaan harus kreatif, mandiri, berinovasi, mempunyai produk unggulan untuk menarik hati para investor. Sehingga para investor akan berlomba-lomba dalam menginvestasikan hartanya. Disini manajerpun dituntut harus berpikir aktif, kritis, kreatif, inovatif, dan sebagainya.

Ketika investor akan menginvestasikan dananya mereka tidak akan semena-mena langsung berinvestasi, tidak akan langsung tertarik begitu saja dengan berbagai yang ditawarkan oleh perusahaan. Para investor akan melihat terlebih dahulu dampak-dampak atau risiko-risiko yang akan ditimbulkan apabila akan berinvestasi.

Para investor akan mempertimbangkan berbagai hal salah satunya adalah risiko. Risiko didefiniskan dalam kamus Webstr’s sebagai “kecalakaan; bahaya; dihadapkan pada kerugian atau kecelakaan.” Oleh karena itu, risiko mengacu pada peluang bahwa beberapa kejadian yang tidak menguntungkan akan terjadi.

Maka dari itu investor akan bersikap hati-hati dalam mengambil suatu keputusan dalam menyikapi risiko untuk investasi yang lebih baik. Ada tiga sikap investor apabila dihubungkan dengan tingkat risiko yang dapat mereka terima, yaitu pertama tidak senang risiko (risk averse) sikap ini investor tidak senang terhadap risiko. Tentunya, ia memiliki konsekuensi tidak dapat mengharapkan tingkat return yang terlalu tinggi juga. Sikap investor ini biasanya sangat mengutamakan tingkat keamanan investasinya dibandingkan dengan tingkat return yang ditawarkan oleh suatu produk investasi. Dan investor ini masih menggunakan perbankan sebagai saran investasi di SBI atau obligasi pemerintah.

Kedua netral terhadap risiko (risk netral), sikap investor ini adalah investor yang cukup menerima adanya risiko, tetapi tidak akan mau mengambil risiko lebih untuk mencoba mendapatkan tingkat return yang lebih tinggi. Tingkat return yang mereka harapkan biasanya lebih tinggi dari pada investor yang risk averse, dan tentunya mereka juga telah memiliki risiko yang minimal yang dapat diterima. Biasanya, investor ini selain diperbankan juga sudah berani bermain di jenis investasi reksadana; pasar uang; jenis asuransi yang aman, seperti asuransi jiwa, kesehatan, dan umum; maupun obligasi perusahaan pemerintah.

Ketiga menyukai risiko (risk seeker), sikap investor ini biasanya telah mengerti bahwa return yang tinggi akan diikuti dengan tingkat risiko yang tinggi pula. Mereka sudah berani mencoba mengambil kesempatan dan juga berinvestasi pada produk investasi yang memiliki tingkat risiko relatif tinggi. Biasanya investor ini sudah sangat sedikit menginvestasikan dananya ke perbankan. Umumnya, mereka telah membagi investasinya ke reksadana, asuransi, dan juga sudah mulai berani berinvestasi langsung di saham, bursa komoditi, maupun valas.


Pengertian Investor

Pada prinsipnya, dalam setiap kegiatan usaha akan melibatkan dua instrumen yang saling mendukung, mereka adalah pengelola usaha atau perusahaan dan penyedia dana untuk kebutuhan perusahaan. Penyedia dana sering disebut sebagai investor, mereka merupakan pihak yang menempatkan kelebihan dananya (surplus of fund) untuk kegiatan investasi di sektor usaha yang halal dan produktif.

Lebih spesifik lagi bahwa investor merupakan perorangan atau lembaga yang menanamkan dananya pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan lain sebagainya.


Perilaku Investor

Perilaku dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam semua aktivitas manusia. Kaitannya dalam perilaku investor dapat dijelaskan bahwa perilaku investor merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh investor yang secara langsung terlibat dalam proses berinvestasinya


Macam-macam Perilaku Investor 

Gambaran macam-macam perilaku investor di pasar modal yang telah dirumuskan Bailard, Biehl & Kaiser sebagaimana dikutip Hartono, klasifikasi investor yang telah dilakukan lembaga investasi di California mengategorikan 5 macam perilaku investor di pasar modal, kemudian orang mengenal dengan sebutan the Five-Way Model yaitu:

  1. Petualang (Adventurers). Investor yang tergolong pada poin ini umumnya tidak memperdulikan risiko, bahkan cenderung untuk menyukai risiko (Risk Takers). Mereka cenderung untuk tidak memperdulikan nasihat para financial advisors karena berbeda pandangan tentang risiko.
  2. Celebrities, perilaku Kelompok ini selalu ingin tampil, menonjol, dan menjadi pusat perhatian. Mereka seringkali tidak terlalu peduli pada perhitungan untung-rugi investasi, asalkan keputusan mereka untuk membeli atau menjual surat berharga dilihat dan didengar oleh orang banyak. Dan mereka tergolong dalam kecenderungan Risk Takers.
  3. Perilaku individualists. Perilaku ini terdiri dari orang-orang yang cenderung untuk bekerja sendiri dan tidak peduli pada keputusan investasi orang lain (jadi merupakan kebalikan dari perilaku yang cenderung untuk mengikuti arus). Mereka cenderung menghindari risiko yang tinggi dan tidak keberatan untuk menghadapi risiko yang moderat.
  4. Guardians. Pola perilaku investor yang beranggotakan investor “matang”, mereka lebih berpengalaman serta berpengetahuan relatif luas. Cenderung mereka sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Ketika mereka didampingi oleh financial advisor, maka pendampingnya itu akan dijadikan teman berdiskusi. Jika ternyata terjadi ”kesalahan” keputusan investasi, kelompok ini cenderung tidak mengkambinghitamkan orang lain, karena merasa telah terlibat langsung dalam proses pemilihan investasi. Mereka yang ada di dalam perilaku kelompok ini pada umumnya lebih bersifat Risk Averse.
  5. Terakhir adalah perilaku kelompok yang tidak dapat secara tegas dimasukkan ke salah satu dari empat kelompok di muka. The Five- Way Model menyebut mereka sebagai kelompok Straight Arrows, yaitu mereka yang tergabung dalam kelompok ini kadang-kadang bersifat sangat Risk Averse, dan terkadang sebaliknya. Suatu ketika mereka mengambil keputusan atas dasar kepercayaan pada kemampuan diri sendiri seperti halnya kelompok individualists, tetapi pada waktu lain lebih menampakkan Sifat Follow The Crowd.


Model Perilaku Investor

Proses investasi menunjukkan bagaimana pemodal (investor) seharusnya melakukan investasi sekuritas, yaitu sekuritas apa yang akan dipilih, seberapa besar dana yang ditanamkan untuk investasi, dan kapan investasi di lakukan. Maka untuk menganalisis kejelasan investasi maka diperlukan pemodelan terhadap perilaku investor dalam berinvestasi.

Beberapa komponen yang mempengaruhi keuntungan yang diharapkan dari investasi dapat digolongkan menjadi dua faktor, pertama faktor obyektif dan kedua faktor subyektif. Faktor obyektif meliputi teknologi, harga relatif faktor produksi, dan permintaan akan barang-barang pada masa akan datang, sedangkan faktor subyektif adalah pengalaman yang dialami investor baik positif maupun negatif karena bersikap paradoksial.

Ketidakpastian dunia telah menciptakan rel tentang aturan yang disebut Rule Of Thumb (aturan main yang berdasarkan pengalaman dan intuisi)26 sering kali berguna sebagai pedoman, karena masa depan dapat diperoyeksi sama dengan hari kemarin. Maka dari itu, investor tidak bisa selamanya menggunakan aturan ini untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang, sehingga penentuan objektifitas dan subjektifitas tidak dapat dinafikan.

Faktor penting dalam menentukan pilihan investasi pada instrumen obligasi dilihat dari sisi risiko menurut Rahman adalah:

  1. Default Risk (Risiko gagal bayar). Kesulitan penerbit untuk membayar kupon obligasi, sederhanyanya, penerbitan obligasi digunakan untuk menghasilkan arus kas yang lebih baik bagi penerbit. Namun, jika terjadi situasi yang berlawanan, pembayaran kupon pemodal akhirnya terkena dampaknya. Selain tidak mendapatkan kupon, nilai obligasi dimana penerbitnya gagal memenuhi kewajibannya akan berdampak langsung pada harga obligasi yang menurun tajam di pasar sekunder.
  2. Tingkat Suku Bunga. Adanya sifat korelasi antara obligasi dengan tingkat suku bunga. Ketika suku bunga naik, harga obligasi akan turun, demikian sebaliknya. Oleh karena itu, tingkat suku bunga selalu berlawanan dengan harga obligasi.
  3. Risiko Pembelian Kembali (Call Risk). Risiko obligasi ini ditimbulkan karena fitur obligasi yang berjenis feature call, kebiasaan penerbit melakukannya ketika suku bunga turun sehingga lebih rendah dari tingkat pembayaran kupon. Kemudian penerbit akan menggantikan obligasi tersebut dengan kupon yang lebih rendah dari obligasi sebelumnya.
  4. Biaya Investasi. Inilah sebagian alasan investasi obligasi tidak menjadi pilihan utama. Hal ini didasarkan harga investasi obligasi relatif lebih tinggi dibandingkan dengan investasi sekuritas yang lain. Disatu sisi satuan jual beli instrumen ini cukup besar.
  5. Pengaruh Deposito. Deposito dan obligasi memiliki banyak kemiripan. Itulah sebabnya instrumen ini memiliki sifat kompetitif. Dimana bisa dilihat ketika bunga obligasi lebih tinggi dari bunga deposito, maka pemodal melepas deposito dan memindahnya ke obligasi. Begitu juga sebaliknya.
  6. Risiko Likuiditas. Obligasi tidak semuanya menarik investor untuk membelinya, karena ketika obligasi itu ada masalah atau pasar masih belum paham dengan keberadaan obligasi, maka pemodal mengalami kesulitan untuk melikuidnya menjadi dana. Sehingga bisa timbul aksi jual yang sengaja menekan harga di bawah par.
  7. Inflasi. Bunga dan nilai par obligasi yang sifatnya tetap dalam jangka waktu lama, bagi investor obligasi keadaan ini harus disikapi dengan pandai untuk mengonversinya dengan tingkat inflasi. Karena perubahan inflasi yang cenderung naik, mengakibatkan kupon yang diterima investor tidak memberikan hasil di masa yang akan datang.


Referensi:

Hutabarat, Nelly. 2020. Makala tentang Perilaku Investor. Diakses 7 Desember 2020 dari nellyimelda.blogspot.com: https://nellyimelda.blogspot.com/2020/10/makala-tentang-perilaku-investor.html.

Financial Instrument, Derevatif securities, Option dan Future

 Assalamualaikum teman-teman... 

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Financial Instrument, Derevatif securities, Option dan Future"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

1. Financial Instrument

Pengertian Financial Instrument

Instrumen keuangan atau yang dikenal dengan Financial Instrument adalah setiap perjanjian yang menciptakan aset keuangan dari satu entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas dari entitas lain. Dengan demikian, penjualan barang oleh satu entitas keyang lain secara kredit akan menimbulkan aset keuangan untuk penjual (piutang) dan kewajiban keuangan untuk pembeli (hutang dagang).   

Adapun standar akuntansi yang mengatur instrumen keuangan adalah sebagai berikut:

  • PSAK No. 50 (revisi 2010) memiliki tujuan yaitu prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitasatau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. Melengkapi prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, dan pengungkapan informasimengenai prinsip-prinsip tersebut dalam PSAK 60: InstrumenKeuangan: Pengungkapan.
  • PSAK 55 (revisi 2010) memiliki tujuan yaitu melalukan prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan. Persyaratan penyajian informasi instrumen keuangan diatur dalam PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian. Persyaratan pengungkapan informasi instrument keuangan diatur dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan.
  • PSAK 60 memiliki tujuan yaitu: Mensyaratkan entitas untuk menyediakan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi: Signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan entitas. Jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yangmana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan,dan bagaimana entitasmengelola risiko-risiko tersebut. Melengkapi prinsip-prinsip untuk pengakuan, pengukuran dan penyajian aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 50 dan PSAK 55.


Jenis-jenis Financial Instrument

Jenis-jenis Instrumen Keuangan diantaranya adalah sebagai berikut:

A. Instrumen Ekuitas

Instrumen ekuitas itu sendiri merupakan setiap kontrak yang memberikanhak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruhliabilitasnya. Contoh jenis instrumen ekuitas yang paling umum adalah saham perusahaan.


Kewajiban keuangan mencakup:

a. Kewajiban Kontraktual

  1. Untuk memberikan uang tunai atau aset keuangan lain kepada entitas lain.
  2. Untuk menukar aset keuangan atau liabilitas keuangan denganentitas lain dalam kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan bagi entitas.

Kontrak yang akan atau dapat diselesaikan dalam instrumen ekuitas entitas sendiri adalah:

  1. Non-derivatif yang entitasnya atau mungkin berkewajiban untuk mengirimkan sejumlah variabel instrumen ekuitas entitas sendiri.
  2. Suatu derivatif yang akan atau dapat diselesaikan selain oleh pertukaran sejumlah uang tunai atau ku aset keuangan lain dengan jumlah tetap dari instrumen ekuitas entitas sendiri. Untuk tujuan ini, instrumen ekuitas sendiri entitas tidak termasuk instrument yang merupakan kontrak untuk penerimaan di masa depan atau pengiriman instrumen ekuitas sendiri.

B. Instrumen Keuangan Derivatif

Derivatif merupakan instrumen keuangan atau kontrak lain yang termasukdalam ruang lingkup pernyataan dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel yang ditentukan antara lain: suku bunga, harga instrumen keuangan, hargakomoditas, nilai tukar, indeks harga dan lainnya.
  2. Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan investasi dalam jumlah yang diperlukan untuk kontrak serupa lainnya yangdiharapkan akan menghasilkan dampak serupa akibat perubahan pasar. Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa depan.

Keuangan derivatif dikembangkan secara luas sebagai sarana untuk mengelola risiko keuangan, terutama ketika volatilitas nilai-nilai instrumen keuangan yang mendasarinya tinggi. Instrumen keuangan derivatif tidak menghasilkan transfer dari instrumen keuangan utama yang mendasari pada periode ketika instrumen keuangan derivatif tersebut jatuh tempo.


Klasifikasi Financial Instrument

a. Aset Keuangan

Asset keuangan (financial asset) adalah asset berupa:

1. Kas

2. Instrumen ekuitas entitas lain

3. hak kontraktual:

  • Untuk menerima kas atau asset keuangan lainnya dari entitas lain.
  • Untuk menukarkan asset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain yang persyaratan/ kondisinya mungkin menguntungkan bagi entitas sendiri.
4. Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dalam instrumen ekuitas entitas sendiri dan merupakan:
  • Instrumen non-derivatif yang mewajibkan atau mungkin mewajibkan entitas itu untuk menerima instrumen ekuitas entitas sendiri dalam jumlah variabel , atau
  • Instrumen derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain melalui pertukaran kas atau asset keuangan lainnya dalam jumlah tetap dengan instrumen ekuitas entitas sendiri dalam jumlah tetap. Untuk maksud ini, instrumen ekuitas entitas sendiri tidak mencakup instrumen yang berupa kontrak untuk menerima dan menyerahkan instrumen ekuitas entitas sendiri di masa depan; instrumen ekuitas entitas sendiri juga tidak mencakup instrumen keuangan yang dapat dijual dengan harga tertentu di masa depan (puttable financial instrument).


b. Kewajiban Keuangan

Kewajiban keuangan (financial liability) mencakup:

1. Kewajiban kontraktual:

  • Untuk menyerahkan kas atau asset keuangan lainnya kepada entitas lain; atau
  • Untuk menukarkan asset keuangan atau kewajiban keuangan yang persyaratan/kondisinya mungkin menguntungkan bagi perusahaan; atau

2. Kontrak yang akan atau bisa diselesaikan dalam instrumen ekuitas entitas sendiri dan berupa:

  • Instrumen non-derivatif yang mewajibkan atau mungkin me-wajibkan entitas untuk menyerahkan instrumen ekuitas entitas sendiri dalam jumlah variabel atau
  • Instrumen derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain melalui pertukaran kas atau asset keuangan lainnya dalam jumlah tetap dengan instrumen ekuitas entitas sendiri dalam jumlah tetap. Untuk maksud ini, instrumen ekuitas entitas sendiri tidak mencakup instrumen keuangan yang dapat dijual dengan harga tertentu di masa depan (puttable financial instrument).


2. Derevatif Securities

Pengertian Derevatif Securities

Derevative Securities (Sekuritas derivative) adalah suatu instrumen keuangan yang merupakan turunan (derivative asset) dari instrumen utamanya (underlying asset) baik efek yang bersifat penyertaan maupun hutang. Instrumen turunan dapat berarti turunan langsung dari instrumen utamanya maupun turunan selanjutnya atau turunan keduanya. Karena merupakan instrumen turunan maka nilainya tergantung pada nilai aset keuangan yang mendasarinya. Itulah sebabnya dari segi nominal, harga sekuritas derivatif lebih murah dari pada harga efek utamanya seperti saham dan obligasi.


Manfaat Derivatif

Berikut ini beberapa manfaat dari derivatif, diantaranya:

  • Meminimalisir Risiko merupakan manfaat utama dari adanya sekuritas derivatif. Karena dengan melakukan penerbitan sekuritas derivatif maka secara langsung maupun tidak langsung akan mampu mengurangi terjadinya berbagai risiko yaitu adanya kemungkinan mengalami kerugian, baik bagi pihak emiten maupun bagi para investor. Seperti risiko tidak lakunya sekuritas utama, penurunan harga efek utamanya, serta risiko kenaikan fluktuasi harga.
  • Memperbesar Keuntungan jika sekuritas derivatif mampu meminimalisir risiko berarti dapat memperbesar keuntungan para pemegangnya. Bagi emiten, sekuritas deviratif dianggap sebagai pemanis agar para investor berminat membeli efek utama agar penjualannya memenuhi target. Sedangkan bagi investor, sekuritas deviratif merupakan hak prioritas untuk melakukan transaksi jual beli instrumen keuangan utama, seperti saham dan obligasi. Jika pemiliknya menggunakan haknya, maka otomatis ia telah melakukan pembelian efek utamanya. Selain itu, keuntungan yang bisa didapat dari sekuritas derivatif adalah bisa mendapatkan efek utama dengan harga yang lebih murah dari pada membelinya secara langsung.
  • Mengamankan Investasi sekuritas derivatif merupakan upaya stabilisasi investasi dan jaminan laba bagi para investor. Bahkan sekarang dalam konteks investasi sekuritas derivatif telah banyak diterapkan sistem hedging atau lindung nilai, dimana sekuritas derivatif merupakan bentuk transfer risiko antar institusi atau individu dengan imbalan tertentu yang berbentuk premium. Ini berguna agar laba tetap dapat diperoleh dan kemungkinan kerugian bisa ditekan, sehingga dan jauh dari kebangkrutan.


Jenis-jenis Securitas Derivatif

a. Warrant

Warrant merupakan instrumen turunan dari saham atau obligasi. Warrant adalah salah satu surat beharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan harga tertentu selama periode tertentu pula. Masa warrant biasanya adalah enam bulan atau lebih. Dalam warrant akan disebutkan jumlah saham yang bisa dibeli, harga eksekusi dan tanggal jatuh tempo. Harga warrant tidak akan pernah lebih besar daripada harga efek utamanya karena harganya tergantung pada harga efek utamanya. Investasi warrant tidak memperoleh dividen, dan tidak mempunyai hak suara dalam perusahaan karena bukan pemegang saham perseroan. Biasanya warrant dijual bersamaan dengan surat berharga lainnya, namun setelah memasuki pasar, maka warrant diperdagangkan secara tersendiri. Dari definisinya, warrant bisa diperbandingkan dengan opsi call (opsi beli). Ada beberapa perbedaan. Pertama, opsi dikeluarkan bukan oleh perusahaan, sedangkan warrant dikeluarkan oleh perusahaan. Jika warrant dieksekusi, maka ada saham baru yang dikeluarkan, dan jumlah saham yang beredar akan bertambah. Sebaliknya, jika opsi dieksekusi, tidak ada perubahan dalam jumlah lembar saham yang beredar.


b. Right

Right merupakan produk turunan dari saham. Kebijakan right merupakan upaya emiten atau pihak perusahaan yang menerbitkan saham untuk menambah jumlah saham yang beredar, guna menambah modal bagi perusahaan. Right adalah hak yang diberikan kepada pemilik saham biasa untuk membeli saham baru yang diterbitkan emiten. Hak dalam instrumen right sering disebut dengan preemptive right, yaitu suatu hak untuk menjaga proporsi kepemilikan saham bagi pemegang saham lama disuatu perusahaan berkenaan dengan penerbitan saham yang baru. Ada dua tujuan right: pertama, agar pemilik saham lama dapat mempertahankan dan mengendalikan perusahaan. Kedua, mencegah penurunan nilai kekayaan pemilik saham lama.


c. Option

Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call option) atau menjual (put option) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price) dalam jangka waktu tertentu. Terdapat dua jenis opsi, yaitu opsi beli (call option) dan opsi jual (put option). Call option atau opsi beli memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah aset finansial pada harga yang tertentu (yang disebut strike atau exercise price) pada tanggal tertentu sampai dengan opsi beli tersebut jatuh tempo. Jika opsi tersebut dapat dilaksanakan setiap waktu sampai dengan tanggal jatuh tempo, maka opsi tersebut dinamakan American options. Sebaliknya, jika opsi tersebut hanya dapat dilaksanakan pada saat jatuh tempo saja, maka opsi dinamakan European options. Ilustrasi berikut ini menggambarkan secar nyata keuntungan investor jika menggunakan call option.


d. Forward

Forward pada dasarnya adalah suatu perjanjian untuk membeli atau menjual sebuah aset dengan harga tertentu untuk penyerahan di masa depan. Aset yang diperjualbelikan bisa saja komoditas ataupun aset-aset keuangan. Forward adalah kontrak yang spesifikasinya tergantung kesepakatan antara pihak yang terlibat dan tidak diperdagangkan di bursa yang terorganisasi. Pada dasarnya ada dua pihak yang terlibat dalam kontrak. Pihak pertama adalah pihak yang menyetujui untuk membeli aset, dikatakan sebagai pemegang posisi beli (long position). Pihak kedua adalah pihak yang setuju untuk menjual aset tersebut, dan dikatakan sebagai pemegang posisi jual (short position).


e. Future

Future contract adalah kontrak standar antara dua pihak untuk membeli (long position) atau menjual (short position) suatu aset dengan harga tertentu (delivery price) untuk penyerahan di masa depan melalui mekanisme bursa yang terorganisasi. Aset yang diperdagangkan bisa berupa komoditas ataupun aset keuangan. Kedua belah pihak yang terlibat tidak akan saling mengetahui satu sama lain. Bursa penyelenggara akan membuat mekanisme khusus untuk menjamin bahwa kedua pihak tidak akan cedera janji. Terdapat beberapa maca future, diantaranya future komoditi, future keuangan, future tingkat bunga, serta future kurs mata uang asing. Mekanisme perdagangan future di bursa dikenal dengan sistem Marking to market sehingga future lebih maksimal menghindari akumulasi kerugian perusahaan dari pada forward. Salah satu pusat perdagangannya adalah central clearing houses di Chicago Board of Trade, USA.


3. Option dan Future

Pengertian Option

Option adalah suatu kontrak antara dua pihak dimana salah satu pihak (sebagai pembeli) mempunyai hak tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual suatu asset atau efek tertentu dengan harga yang telah ditentukan, pada atau sebelum waktu yang ditentukan, dari atau ke pihak lain (sebagai penjual).


Pelaku Transaksi Perdagangan Option

  1. Pasar uang antar bank (PUAB)
  2. Selain perbankan, dunia usaha juga memiliki peran penting di pasar valuta asing.
  3. Perusahaan manajemen investasi.
  4. Demikian juga dengan pialang valuta asing adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk melakukan kegiatan jasa perantara bagi untuk kepentingan nasabahnya di bidang pasar uang.
  5. Pelaku pasar yang terakhir adalah investor atau trader perseorangan (retail).


Mekanisme Perdagangan Option

  • Sama seperti sekuritas lainnya, sekuritas opsi juga bisa di-perdagangkan pada bursa efek atau bursa paralel (over the counter market).
  • Pada perdagangan opsi, ada sejenis lembaga kliring opsi (option clearing corporation/OCC) yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang menjual opsi.
  • Transaksi pelaksanaan opsi dilakukan dengan menggunakan perantara OCC, dimana OCC menjadi pembeli untuk semua penjual dan sekaligus menjadi penjual untuk setiap pembeli.


Pengertian Future

Pengertian Future

Futures adalah salah satu tipe instrumen keuangan derivatif atau kontrak finansial yang berisi tentang pembelian atau penjualan komoditas atau suatu aset instrumen keuangan dua pihak dengan harga tertentu, dengan janji pengiriman pada waktu di masa yang akan datang.


Pelaku Perdagangan Future

  1. Hedger merupakan produsen, konsumen, importir, eksportir aset komoditas dapat menjadi hedger, yaitu mereka yang bertransaksi untuk tujuan lindung nilai. Seorang hedger membeli atau menjual aset pada bursa pasar futures untuk melindungi dirinya dari risiko perubahan harga sebuah komoditas di waktu mendatang. Ada dua tipe hedging dalam perdagangan futures, pertama adalah Short Hedging. Tipe pertama ini dilakukan saat harga aset di masa mendatang diperkirakan lebih rendah daripada saat ini. Sementara itu, tipe kedua adalah Long Hedging. Posisi long hedging digunakan ketika harga di masa depan diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan harga saat ini.
  2. Spekulator merupakan pelaku perdagangan futures. Pelaku satu ini tidak bertujuan untuk meminimalisir risiko, tapi ingin mendapatkan keuntungan dari perubahan harga di pasar futures. Para spekulator membeli kontrak futures di harga rendah, agar bisa menjual kontrak tersebut dengan harga tinggi di masa depan. Tidak seperti hedger, spekulator sebenarnya tidak berminat untuk memiliki komoditas. Mereka akan masuk pasar untuk mencari profit dari naik dan turunnya harga dengan membeli atau menjual kontrak. Pihak-pihak yang menjadi spekulator pada perdagangan futures adalah trader, pengelola investasi (Hedge Fund), dan market maker.


Mekanisme Perdagangan Future

  • Anggota bursa berjangka juga menjadi anggota central clearinghouse.
  • Sistem perdagangan terintegrasi dengan sistem setelmen.
  • Anggota bursa berdagang di antara mereka dengan pihak lawan central clearing.
  • Masyarakat investor berdagang lewat perusahaan perantara Investor berhubungan dengan perantara. Perantara melakukan order investor dengan cara bergdagang di antara anggota bursa di Bursa Komoditas.
  • Anggota bursa (perantara) meyelesaikan pembayaran dan penyerahan barang lewat central clearing.


Perbedaan Option dan Futures

Adapun Perbedaan utama antara option dan futures adalah pilihan memberikan pemegang hak untuk membeli atau menjual aset yang mendasari pada saat jatuh tempo, sementara futures berkewajiban untuk memenuhi ketentuan kontraknya. Dalam kehidupan nyata, tingkat pengiriman aktual dari barang-barang pokok yang ditentukan dalam futures sangat rendah karena manfaat lindung nilai atau spekulasi dari kontrak-kontrak tersebut dapat memiliki sebagian besar tanpa benar-benar memegang kontrak sampai habis masa berlakunya dan memberikan barang. Sebagai contoh, jika Anda lama dalam futures, Anda bisa melakukan short dalam jenis kontrak yang sama untuk mengimbangi posisi Anda. Ini berfungsi untuk keluar dari posisi Anda, seperti menjual saham di pasar ekuitas menutup perdagangan.


Referensi:

Adelia, Fani. 2020. Makalah Tugas Akuntansi Pasar Modal. Diakses 7 Desember 2020 dari faniadelia3011.blogspot.com: https://faniadelia3011.blogspot.com/2020/10/financial-instrument-derevative.html.