Senin, 30 November 2020

Transaksi Derivatif

Assalamualaikum teman-teman... 

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Transaksi Derivatif"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

PENGERTIAN DERIVATIF

Derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product) daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset.


TRANSAKSI DERIVATIF

Transaksi derivatif adalah Suatu transaksi derivatif yang merupakan sebuah perjanjian antara dua pihak yang dikenal sebagai counterparties (pihak-pihak yang saling berhubungan). Dalam istilah umum, transaksi derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya tergantung pada – diturunkan dari – nilai aset, tingkat referensi atau indeks.


Kegunaan Derivatif

Kegunaan utama dari derivatif ini adalah untuk mengalihkan risiko ataupun mengambil suatu risiko tergantung apakah posisinya sebagai hedger (pelaku lindung nilai) atau spekulator. Bermacam-macam rentang nilai antara aset acuan dan alternatif pembayaran menghasilkan beraneka kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasaran.

  • Asuransi dan lindung nilai, Salah satu kegunaan derivatif adalah sebagai suatu alat untuk mengalihkan risiko. Contohnya, petani dapat menjual kontrak berjangka atas hasil panenan kepada spekulator sebelum panen dilakukan. Si petani melakukan lindung nilai atas risiko naik atau turunnya harga panenan dan si spekulator menerima pengalihan risiko ini dengan harapan imbalan yang besar. Sipetani mengetahui secara pasti nilai jual hasil panen yang akan diperolehnya kelak dan si spekulator akan memperoleh keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian.


  • Spekulasi dan arbitrasi, Arbitrasi atau juga dikenal dengan istilah asing "arbitrage" ini bisa diartikan sebagai suatu tindakan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan antara satu aset acuan dan aset acuan lainnya misalnya dengan memanfaatkan perbedaan antara nilai Indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Jakarta ( spot market ) dan nilai ILQ-45 pada KBIE di Bursa Efek Surabaya ( futures market ), jadi selain mengambil posisi di BES, juga harus mengambil posisi di BEJ sehingga secara simultan mengambil posisi yang berlawanan antara di BEJ dan BES. Spekulatordapat bertransaksi dengan spekulator lainnya juga dengan orang yang membutuhkan lindung nilai (hedger). Pada umumnya transaksi pasar pasar derivatif lebih didominasi oleh perdagangan spekulatif daripada perdagangan lindung nilai dalam artian yang sesungguhnya.

Jenis Kontrak Derivatif

Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar yaitu:

  1. Derivatif yang ditransasikan di luar bursa atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan di luar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara para pihak). Beberapa produk seperti swap, kontrak serah nilai tukar, dan opsi eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan, misalnya opsi vanila[4] ) sering kali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC). Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali.
  2. Derivatif yang diperdagangkan di bursa atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang di-perdagangkan pada bursa per-dagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan.

1. Forward

Pengertian Forward

Forward adalah berupa transaksi / kontrak membeli / menjual valuta asing lawan valuta lainnya pada tanggal valuta dimasa yang akan datang dengan harga / rate yang sudah ditentukan sekarang (pada tanggal kontrak).

Seringkali suatu bank devisa yang memiliki aktiva atau kewajiban dalam valuta asing dalam jumlah yang besar berupaya untuk menghindar adanya kerugian akibat selisih kurs. Upaya ini dikenal dengan hedging dalam hutang ataupun piutang. Didalam melakukan hedging ini bank akan melaksanakan pembelian atau penjualan valuta asing secara berjangka, atau dikenal dengan forward.

Dalam transaksi forward, piutang atau hutang valuta asing dicatat sebesar kurs tunai yang berlaku pada saat itu (spot rate), sedangkan hutang atau piutang Rupiah dicatat sebesar kurs masa depan (forward rate), yaitu kurs pertukaran mata uang asing di hari kemudian yang ditentukan berdasarkan perjanjian.


2. Hadging

Pengertian Hadging

Hadging adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko yang terkait dari langkah tertentu yang diambil seseorang.Dalam pasar uang atau dunia keuangan, hal ini banyak dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin timbul dari resiko investasi yang dilakukan.

Hadging umumnya lebih dikenal dalam rangka transaksi yang terkait dengan perbankan.

Dalam sejarahnya, CBOT (Chicago Board of Trade) itu dibentuk tahun 1848 oleh para pengusaha pertanian di Amerika sebagai solusi atas fluktuasi harga komoditas biji-bijian (grains). Saat itu diperkenalkan transaksi forward contract yang kemudian berkembang menjadi futures contract (kontrak berjangka).

Pengertian hedging menurt kamus yaitu menutup transaksi jual beli komoditas, sekuritas atau valuta yang sejenis untuk menghindari kemungkinan kerugian karena perubahan harga sedangkan hedging menurut pasar komoditas adalah proteksi dari risiko kerugian akibat fluktuasi harga. Hedging ini dapat dilaksanakan melalui bursa berjangka dengan membuka kontrak beli atau jual atas suatu komoditas sejalan dengan perdagangan komoditas tersebut di pasar fisik.

Hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko yang terkait dari langkah tertentu yang diambil seseorang. Dalam pasar uang atau dunia keuangan, hal ini banyak dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin timbul dari resiko investasi yang dilakukan. 

Hedging atau lindung nilai adalah merupakan suatu mekanisme yang dilaksanakan di Bursa Berjangka dengan membuka suatu kontrak beli atau jual atas suatu komoditi yang sama dengan komoditi yang akan diperdagangkan di pasar fisik.

Hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko yang terkait dari langkah tertentu yang diambil seseorang. Dalam pasar uang atau dunia keuangan, hal ini banyak dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin timbul dari resiko investasi yang dilakukan. 

Hedging timbul didasari oleh ketidakpastian akan masa yang akan datang. Apakah musim hujan akan datang sesuai perkiraan? apakah keamanan barang saya terjamin? apakah harga minyak akan tetap bulan depan? Semua ketidakpastian ini mendorong orang untuk melakukan suatu tindakan guna mengurangi resiko yang ada. 

Asuransi kebakaran adalah salah satu contoh bentuk hedging terhadap resiko kebakaran. Bentuk lain adalah pembayaran dalam mata uang dollar untuk pembelian minyak mentah, yang dilakukan pembeli untuk melindunginya dari resiko tidak stabilnya mata uang negara asal penjual minyak. Bursa komoditi juga merupakan salah satu bentuk dari hedging untuk memastikan terjaminnya suplai komoditas yang diperlukan produsen satu ke yang lain.

Hedging juga merupakan cara untuk memastikan ketersediaan suatu produk di masa mendatang dengan harga yang telah ditetapkan dari sekarang untuk melindungi penjual dan pembeli dari resiko kelangkaan maupun kelebihan suplai yang dapat membuat harga fluktuatif. Hedging atau lindung nilai adalah merupakan suatu mekanisme yang dilaksanakan di Bursa Berjangka dengan membuka suatu kontrak beli atau jual atas suatu komoditi yang sama dengan komoditi yang akan diperdagangkan di pasar fisik. Hedging ini bertujuan untuk Memperkecil atau menghilangkan resiko kerugian atas ketidakpastian harga yang mungkin terjadi pada saat transaksi di pasar fisik nantinya,. Jadi dengan melakukan hedging kerugian yang terjadi akan ditutupi oleh keuntungan yang diperoleh atas transaksi yang dilakukan di bursa berjangka.

Para pelaku hedging ini biasa disebut hedger, yang terdiri atas hedger pembeli (hedge long) dan hedger penjual (hedge short).

  • Hedger Pembeli umumnya berencana akan membeli komoditas di pasar fisik di masa yang akan datang untuk melindungi transaksinya dari fluktuasi. Hedger pembeli biasa nya dilakukan oleh kalangan eksportir, prosesor, pengguna bahan baku seperti pabrik, dan sebagainya.
  • Hedger Penjual atau hedge short adalah hedger yang akan menjual komoditas tertentu di pasar fisik di masa yang akan datang. Untuk melindungi harga penjualan komoditasnya, hedger akan membuka kontrak berjangka sekarang dengan posisi short (jual). Selling hedge biasanya dilakukan oleh para produsen, terutama para petani, dengan tujuan untuk melindungi dari kemungkinan penurunan harga komoditas pada waktu panen.

Banyak pihak yang sebenarnya bisa memperoleh manfaat dari transaksi hedging ini, yakni para produsen komoditas, petani, pengusaha, konsumen, investor, juga bursa berjangka serta pialang berjangka bila jenis transaksi tersebut digiatkan. Dan di Indonesia sendiri sebagai salah satu negara komoditas utama di dunia sangat berpotensi untuk mengembangkan lebih jauh pasar berjangka dengan salah satu manfaatnya dilakukan transaksi lindung nilai fluktuasi harga komoditas.


3. Swap

Pengertian Swap

Swap adalah Suatu kontrak untuk membeli /menjual sejumlah valuta asing (refference currency) terhadap valuta asing lainnya (non-refference currency) pada tanggal valuta tertentu dan secara bersamaan disepakati untuk menjual/membeli kembali jumlah tersebut di masa yang akan datang dengan harga yang telah ditetapkan.

Salah satu jenis hedging dan upaya untuk meraih keuntungan dalam mekanisme pasar uang adalah dengan melakukan gadai valuta asing atau dikenal dengan istilah SWAP.


Ada dua jenis transaksi swap, yaitu:

  • Suku bunga dalam rangka pendanaan, Selisih antara suku bunga yang dipertukarkan (original interest rate) dengan suku bunga yang diperjanjikan (contracted interst rate) disajikan sebagai penambah atau pengurang beban dana dan diamortisasikan secara proporsional selama jangka waktu kontrak.
  • Suku bunga dalam rangka trading, Selisih antara suku bunga yang dipertukarkan dengan suku bunga yg diperjanjikan diakui sbg laba atau rugi pada akhir masa kontrak.

Transaksi swaps (currency swap) yaitu perjanjian untuk menukar suatu mata uang dengan mata uang lainnya atas dasar nilai tukar yang disepakati dalam rangka mengantisipasi risiko pergerakan nilai tukar pada masa mendatang. Singkatnya, transaksi swap merupakan transaksi pembelian dan penjualan secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan dua tanggal penyerahan yang berbeda. Pembelian dan penjualan mata uang tersebut dilakukan oleh bank yang sama dan biasanya dengan cara “spot terhadap forward” Artinya satu bank membeli tunai (spot) sementara mitranya membeli secara berjangka (forwad) . Salah satu contoh transaksi swaps adalah bila bank A dan bank B membuat kontrak untuk bertukar deposito rupiah terhadap dolar pada kurs Rp 9.500 per dolar pada 1 Januari 2008. B menempatkan US$ 1 juta. A menempatkan Rp 9,5 miliar, terlepas dari kurs pasar saat itu. Ulama kontemporer juga menolak transaksi ini karena kedua trasaksi itu terkait (adanya semacam ta’alluq) dan merupakan satu kesatuan sebagaimana difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional-MUI. Sebab, bila yang satu dipisahkan dari yang lain, maka namanya bukan lagi transaksi swaps dalam pengertian konvensional.

Adapun pendapat yang membeolehkan transaksi swaps sebagaimana lazim dianut perbankan Islam di Malaysia bahkan menurut mereka kebolehannya dianggap telah demikian jelas sehingga tidak diperlukan lagi fatwa dengan alasannya bahwa bila spot boleh dilakukan dan futures (sebagian suatu janji) juga boleh, maka tentunya swaps pun boleh dilakukan. Namun paling tidak, masih ada dua hal yang dapat dipertanyakan dalam praktek ini yaitu; pertama, bagaimana dengan keberatan sementara ulama akan adanya kompensasi uang untuk transaksi futures yang dibayarkan kepada konterpartinya. Kedua transaksi spot dan futures dalam transaksi swaps itu haruslah terkait satu sama lain. Kontra argumen dari alas an kedua ini adalah dua transaksi dapat saja disyaratkan terkait, selama syaratnya adalah syarat shahih lazim. Bukan hanya swaps yang dibolehkan, dinegara jiran ini juga dikembangkan Islamic Futures Contract. Terlepas dari argumen mana yang lebih kuat dalilnya, adalah kewajiban kita disamping mencari sisi kehati-hatian dan kepatuhan syariah, juga untuk selalu mencari solusi inovasi transaksi yang islami sebagai kebutuhan dunia bisnis akan transaksi dan peranti keuangan (financial instruments) yang terus berkembang.


Contoh Turunan Derivatif:
  • Derivatif ekonomi: nilai pem-bayarannya berdasarkan data ekonomi sebagaimana yang dikeluarkan oleh biro statistik suatu negara.
  • Derivatif energi:nilai pembayarannya berdasarkan berbagai variasi indeks harga energi, biasanya diklasifikasikan secara fisik atau secara keuangan di mana secara fisik adalah suatu perjanjian yang merupakan penyerahan fisik dari komoditas energi yang menjadi turunan (minyak bumi, gas,listrik, dan lain lain)
  • Komoditi
  • Derivatif pengangkutan (freight derivatives)
  • Derivatif inflasi (inflation derivatives)
  • Derivatif asuransi (insurance derivatives)
  • Derivatif cuaca (weather derivatives)
  • Derivatif kredit (Credit derivatives)
  • Derivatif olahraga (sports derivatives)
  • Derivatif properti (Property derivatives)

Referensi:

Simarmata, Rudyansyah R. 2020. Kelompok 6 Transaksi derivatif. Diakses 7 Desember 2020 dari rudyansyahsimarmata555.blogspot.com: https://rudyansyahsimarmata555.blogspot.com/2020/11/kelompok-6-transaksi-derivatif.html.

Indeks Harga Saham Gabungan, DJIA, Standard and Poor's Index, Indikator Pasar Obligasi, Value Line Index, Index Berbobot Sama

Assalamualaikum teman-teman... 

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Indeks Harga Saham Gabungan, DJIA, Standard  and Poor's Index, Indikator Pasar Obligasi, Value Line Index, Index Berbobot Sama".

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

A. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pengertian Indeks Harga Saham Gabungan

IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Secara internasional disebut juga dengan Indonesia Composite Index (ICI) dan ada juga yang menyebutnya dengan IDX Composite. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah cerminan kegiatan pasar modal secara umum. IHSG menggambarkan suatu rangkain informasi historis mengenai pergerakan harga saham gabungan, sampai pada tanggal tertentu.


Manfaat Indeks Harga Saham Gabungan

Mengamati pergerakan IHSG sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi ekonomi di Indonesia. Ada banyak saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan tidak mungkin para investor melihat satu per satu pergerakan saham setiap harinya, di sinilah peran penting IHSG.


Cara menghitung Indeks Harga Saham Gabungan

Rumus IHSG: Indeks = (Nilai Pasar / Nilai Dasar) x 100

Rumus Nilai Pasar: Nilai Pasar = p₁q₁ + p₂q₂ + … + piqi + pnqn


Cara IHSG dapat berfluktuasi

Harga saham sangat terpengaruh dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan.

Internal: cashflow perusahaan pada laporan keuangan tercatat minus.

Eksternal: kebijakan pemerintah memberi dampak negatif terhadap sektor perusahaan.

Tentu saja penurunan harga saham juga dapat memengaruhi penurunan poin IHSG.


Istilah-istilah seputar IHSG

  • BEI, Bursa Efek Indonesia merupakan gabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau Bursa Efek Surabaya (BES). Dengan tujuan untuk efektivitas operasional dan transaksi, kedua bursa tersebut akhirnya digabungkan dan mulai beroperasi tanggal 1 Desember 2007 sebagai Bursa Efek Indonesia.

  • Saham yang likuid adalah saham yang mudah diperjualbelikan. Dengan kata lain, saham likuid adalah saham yang sering diperjualbelikan. Saham likuid biasanya selalu memiliki antrean pembeli pada harga berapa pun saham ini diperdagangkan.


  • Bubble dalam istilah ekonomi digunakan untuk menggambarkan kenaikan harga saham yang sangat cepat (bisa dalam beberapa bulan saja). Terkadang harganya sangat tidak wajar, bahkan melebihi dari kondisi fundamental perusahaan. Bubble bisa terjadi karena pasar terlalu percaya pada kondisi tertentu.


  • Fluktuasi, seperti arti fluktuasi dalam KBBI, dalam saham pun, istilah ini berarti naik dan turunnya harga saham. Fluktuasi harga saham bisa terjadi karena adanya mekanisme jual beli saham. Tentu saja ini merupakan hal yang wajar.


  • Portofolio saham berarti kumpulan aset investasi yang berupa saham yang dimiliki perorangan atau perusahaan. Apakah perusahaan juga bisa memiliki saham dari perusahaan lain? Tentu saja bisa. Salah satu perusahaan Sandiaga Uno Saratoga Investama misalnya, yang memiliki saham dari perusahaan lain seperti Adaro, RS Awal Bros, Deltomed, dan lain sebagainya.


  • Likuiditas dalam saham berarti ukuran jumlah transaksi saham di pasar modal dalam periode tertentu. Semakin tinggi frekuensi saham diperjualbelikan, likuiditas saham akan semakin tinggi.


  • Buyback, Seperti terjemahan harfiahnya, buyback berarti membeli kembali. Jadi, buyback saham adalah aksi pembelian kembali saham-saham perusahaan yang sudah dilepas ke publik. Buyback dilakukan perusahaan karena beberapa alasan, misalnya untuk memperbesar modal perusahaan. Karena jika saham yang telah dilepas di publik dimiliki kembali ke perusahaan, saham-saham tersebut tidak perlu mendapatkan dividen. Hasilnya, tentu saja, laba bersih perusahaan pun naik. Laba naik, tentu akan membuat investor tertarik, dan saham perusahaan pun ikut naik.


  • Cut loss, tindakan menjual kembali saham yang dimiliki dalam kondisi rugi disebut cut loss. Tujuannya untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Lawan kata dari cut loss adalah hold.


  • Bullish sering kali disandingkan dengan kata bearish yang berarti tren naik dan turunnya harga saham dalam periode tertentu yang ditandai dengan optimisme atau pesimisme para investor di pasar saham.


B. Dow Jones Industrial Average (DJIA)

Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah sebuah indeks di pasar saham yang diciptakan oleh Charles Dow pada tahun 1896. DJIA merupakan sebuah perusahaan yang memiliki saham publik terbesar di pasar berjangka Amerika Serikat. DJIA juga seringkali menjadi tolak ukur atau patokan sebagai ukuran real-time dari kestabilan dan kekuatan ekonomi Amerika Serikat.


Sejarah DJIA

Dow Jones & Co didirikan pada tahun 1882 oleh Charles Dow, Edward Jones dan Charles Bergstresser. Namun indeks rata-rata pertamanya tidak dipublikasikan di Wall Street Journal melainkan dipesaingnya yaitu Customers’s Afternoon Letter. 

Charles Dow memiliki visi untuk menciptakan tolok ukur indeks ini untuk melihat kondisi pasar secara umum dan karenanya akan menolong investor dalam melihat kinerja perusahaan.

Saat ini, DJIA adalah tolok ukur dari saham-saham Amerika yang dianggap sebagai pemimpin dalam ekonomi dan juga ada di Nasdaq dan NYSE. DJIA meliputi 30 perusahaan dengan kapitalisasi besar, yang dipilih secara subjektif oleh editor Wall Street Journal. Sampai saat ini, hanya General Electric yang merupakan bagian dari sejarah awal indeks ini, yang masih masuk ke dalam DJIA. Lainnya telah berubah-ubah.


Mekanisme Dow Divisor

Misalkan ada sebuah saham yang merupakan komponen MLA yang diperdagangkan di harga US$100 tetapi melakukan stock split 2 banding 1, mengurangi harga sahamnya menjadi US$50. Jika angka pembagi tidak berubah, kalkulasi indeks MLA akan meberikan kita angka 95 (US$950/10). Hal ini akan menjadi tidak akurat karena sebenarnya stock hanya merubah harga, bukan nilai dari perusahaan. Untuk mengkompromi hal ini, kita harus menyesuaikan angka pembagi turun menjadi 9.5. Dengan ini, indeks masih akan ada di angka 100 (US$950/9.5) dan akan lebih memberikan gambaran akurat dari indeks saham MLA.


Konversi DJIA ke dalam Nilai Dollar

Bagaimana sebuah saham akan mempengaruhi indeks DJIA, bagi perubahan harga saham dengan angka pembagi (divisor) yang berlaku saat ini. Sebagai ilustrasi, jika saham General Electric naik US$5, bagi dengan 0.14418073, dimana akan menghasilakan angka 34.68.


Metode Perhitungan Indeks Dow Jones

Metodelogi perhitungan indeks Dow Jones dikenal dengan nama metode harga tertimbang. Walaupun bisa menyesuaikan dengan adanya stocks split, kekurangan dari metode ini adalah tidak memberikan cerminan bahwa perubahan US$1 untuk saham dengan harga US$10 lebih signifikan (dalam hal persentase) daripada perubahan US$1 pada saham dengan harga US$100.


C. Standard and Poor's Index

Pengertian Standard and Poor's Index

Standard and Poor Index atau yang umum dikenal sebagai indeks S&P adalah indeks saham paling populer dan termasuk yang terbesar di Amerika Serikat, selain NASDAQ Composite dan Dow Jones Industrial Average. Indeks pasar saham adalah indikator mengenai kekuatan ekonomi suatu negara. Di AS, ketiga indeks saham tersebut adalah yang paling banyak memutar pasar saham.


Kerja Indeks Standard and Poor's

Pada 2012, Standard & Poor’s kembali melakukan gebrakan. Standard and Poor Index selanjutnya menggabungkan operasi indeksnya dengan Indeks Dow Jones untuk memimpin pasar industri ini. McGraw-Hill Cos. membeli S&P ada 1966 dan pada 2016 McGraw Hill Financial mengganti namanya menjadi S&P Global.


D. Indikator Pasar Obligasi

Penjelasan Indeks Pasar Obligasi

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan kondisi pasar hari ini diperkirakan menguat terbatas. Hal itu, dilatarbelakangi tensi geopolitik yang meningkat sehingga ruang penguatan harga surat utang menjadi lebih sempit.  Oleh karena itu, dia merekomendasikan agar investor memilih wait and see. Adapun, indikator pasar yang harus dicermati yakni pergerakan harga di rentang 50 basis poin hingga 75 basis poin.


E. Value Line Index

Penjelasan Value Line Index

Jumlah total perusahaan dalam Indeks Komposit Garis Nilai berada di dekat 1681, dan terdiri dari perusahaan yang sama dengan The Value Line Investment Survey, tidak termasuk dana tertutup. Indeks Komposit Garis Nilai memiliki dua bentuk, Indeks Komposit Geometris Garis Nilai atau Indeks Komposit Aritmatika Garis Nilai. Jumlah perusahaan dalam Indeks Komposit Garis Nilai berfluktuasi berdasarkan faktor-faktor termasuk: penambahan atau penghapusan daftar perusahaan di bursa itu sendiri, merger, akuisisi, kebangkrutan, dan keputusan cakupan yang dibuat oleh Garis Nilai untuk Indeks Gabungan Garis Nilai.


F. Indeks Berbobot Sama

Penjelasan Indeks Berbobot Sama

Dua metode untuk menghitung indeks harga berbobot adalah metode Laspeyres dan metode Paasche. Keduanya berbeda hanya pada periode yang digunakan untuk pembobotannya.Metode Laspeyres memakai bobot periode-acuan; artinya harga dan jumlah awal barang-barang digunakan untuk mencari perubahan persen pada akhir periodenya, entah dalam harga atau jumlah yang konsumsi, bergantung pada persoalannya, Metode Paasche memakai bobot tahun-sekarang.

Menganalisis Indeks Harga Saham, Metode Perhitungan Indeks, LQ 45 Indeks, Indeks Review and Stock Replacement, Advisory Comission, Perhitungan Angka Indeks Harga Saham Gabungan

 Assalamualaikum teman-teman... 

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Menganalisis Indeks Harga Saham, Metode Perhitungan Indeks, LQ 45 Indeks, Indeks Review and Stock Replacement, Advisory Comission, Perhitungan Angka Indeks Harga Saham Gabungan"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

Pengertian Indeks Harga Saham

Indeks harga saham merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga saham dalam suatu periode. Dengan membaca indeks ini, kita dapat mengetahui tren yang sedang terjadi di pasar, apakah sedang naik, turun, atau stabil sehingga investor dapat menentukan kapan untuk menjual, menahan atau membeli saham.


Perhitungan Harga Saham

Ada 4 rumus untuk menghitung harga saham yakni sebagai berikut:

  • PBV (Price to Book Value Ratio)

PBV (Price to Book Value Ratio) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Rasio Harga terhadap Nilai Buku digunakan untuk membandingkan kapitalisasi pasar perusahaan dengan nilai bukunya sendiri (perusahaan). Rasio PBV memberikan gambaran berapa banyak pemegang saham yang membiayai aset bersih perusahaan.

Nilai Buku ini adalah nilai aset perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan atau Balance Sheet dan dihitung dengan cara mengurangkan kewajiban perusahaan dari asetnya (Nilai Buku = Aktiva – Kewajiban). Bisa dikatakan rasio ini dapat menunjukan apa saja yang akan diperoleh pemegang saham setelah perusahaan terjual dan hutangnya semua telah dilunasi.

Pada umumnya Jika nilai BVPS di atas nilai 1, kesimpulannya harga saham tersebut terbilang mahal, begitupun sebaliknya. Berikut rumus harga saham berdasarkan rasio ini:

Price to Book Value = Harga per Lembar Saham / Nilai Buku per lembar Saham atau dalam bahasa Inggris : Price to Book Value (PBV) = Stock Price per Share / Book Value Per Share.

Contoh Perhitungan PBV (Price to Book Value Ratio):

Harga per lembar saham Bank Negara Indonesia Tbk dengan kode emiten BBNI tanggal 05 Desember 2017 sebesar Rp2.760 sedangkan nilai Buku per lembar saham sebesar Rp1.954. Berikut perhitungan rasio PBV BBNI:

PBV (Price to Book Value Ratio) = Harga per Lembar Saham / Nilai Buku per lembar Saham

PBV = Rp2.760 / Rp1.954 = 1,41

Jadi PBV (Price to Book Value Ratio) Bank Negara Indonesia Tbk adalah sebesar 1,41 kali.


  • PER (Price to Earnings Ratio)

PER (Price to Earnings Ratio) adalah rasio untuk menilai perusahaan yang diukur dari harga saham saat ini terhadap pendapatan per-sahamnya (EPS).

Biasanya digunakan oleh investor dan analis untuk menentukan nilai relatif dari saham perusahaan dalam perbandingan apple to apple. Selain itu dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dengan catatan sejarahnya sendiri atau untuk membandingkan pasar agregat satu sama lain atau dari waktu ke waktu.

Jika nilai rasio PER lebih tinggi menunjukkan bahwa pasar bersedia membayar lebih terhadap pendapatan atau laba suatu perusahaan, serta memiliki harapan yang tinggi terhadap masa depan perusahaan tersebut sehingga bersedia untuk menghargainya dengan harga yang lebih tinggi.

Di sisi lain, rasio PER yang lebih rendah menggambarkan bahwa pasar tidak cukup percaya terhadap masa depan saham perusahaan yang bersangkutan. Ini rumus harga saham berdasarkan rasio Price to Earnings Ratio (PER) = Harga Saham / Laba per Saham

Contoh Perhitungan Price To Earning Ratio (PER) :

Harga per lembar saham perusahaan A adalah Rp500 dengan rasio EPS sebesar Rp20. Maka Rasio PER-nya adalah Rp500/Rp20 = Rp25. Ini menandakan bahwa Investor bersedia untuk membayar Rp25 untuk setiap Rp1 pendapatan perusahaan.


  • PEG Ratio (Price Earning Growth Ratio)

PEG Ratio (Price Earning Growth Ratio) adalah rasio yang menghitung nilai saham berdasarkan pendapatan saat ini dan potensi pertumbuhannya di masa yang akan datang.

Bisa dikatakan rasio ini banyak digunakan oleh investor untuk mengetahui apakah saham yang diliriknya tengah berada di atas atau di bawah harga, dengan mempertimbangkan pendapatan saat ini dengan tingkat pertumbuhan yang akan dicapai oleh perusahaan pada masa yang akan datang.

Rasio ini digunakan dengan cara membandingkan antara harga dengan pertumbuhan laba. Rasio ini memperhatikan pertumbuhan laba suatu perusahaan secara historis.

Cara melakukan perhitungannya adalah membagi PER dengan pertumbuhan laba dalam satu tahun. Makin rendah hasil rasio PEG maka akan semakin baik peluang harga saham tersebut akan meningkat di masa mendatang.

Untuk menghitung PEG (Price/Earnings to Growth Ratio) kamu bisa menggunakan rumus:

PEG = PER / Pertumbuhan EPS Tahunan

PER (Price per Earning Ratio) adalah Rasio Harga terhadap Pendapatan dan EPS (Earning per Share) adalah laba per lembar saham.

Contoh Perhitungan PEG (Price/Earning to Growth Ratio):

Untuk mendapatkan nilai PEG, kamu sebelumnya harus menghitung nilas EPS terlebih dahulu, begini contoh perhitungannnya

Pada tanggal 23 November 2017, PER (Price Earning Ratio) PT. Elnusa Tbk (ELSA) sebesar 17,93. EPS (Earning per Share) pada tahun 2016 adalah sebesar Rp192 dan tahun 2017 adalah sebesar Rp327.

Pertumbuhan EPS = (EPS 2017 – EPS 2016) / Rp237

                                   = (Rp237 – Rp192) / Rp237

                                   = Rp45 / Rp237

Pertumbuhan EPS = 0.23 atau 23%.

Setelah mendapatkan Pertumbuhan EPS, maka kamu masukkan ke rumus PEG sebagai berikut:

PEG = PER / Pertumbuhan EPS Tahunan

PEG = 17,93 / 23% = 76,5%

Jadi PEG untuk PT. Elnusa Tbk (ELSA) sebesar 76,5% atau 0,765.


  • Dividen Yield

Dividen Yield adalah metode untuk mengukur jumlah arus kas yang kamu dapatkan untuk setiap rupiah yang kamu investasikan dalam pasar ekuitas. Dengan kata lain, ini adalah ukuran berapa banyak uang yang kamu dapatkan dari dividen. Dividend Yield pada dasarnya adalah pengembalian investasi untuk saham tanpa capital gain.

Kamu perlu untuk memerhatikan konsistensi suatu perusahaan dalam memberikan dividen. Jika perusahaan tersebut secara konsisten membagikan dividen dalam 10 tahun terakhir maka bisa dikatakan saham perusahaan tersebut layak untuk dibeli.

Biasanya makin tinggi Dividen Yield maka saham tersebut makin menarik, namun konsistensi sebuah perusahaan dalam membagikan dividen juga perlu diperhatikan. Berikut rumus harga saham berdasarkan Dividend Yield, dan contoh perhitungannya:

Per tanggal 07 November 2017, Harga per lembar saham PT. CIMB Niaga Tbk (BNGA) diperdagangkan sebesar Rp16.200, sedangkan pada tahun 2017 dividen per lembar saham tahunan yang dibagikan sebesar Rp428.

Dividend Yield = (Dividen per lembar Saham Tahunan / Nilai Pasar per lembar Saham) x 100

Dividen Yield = (Rp428 / Rp16.200) x 100 = 2,64%

Jadi dividen PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) adalah sebesar 2,64% .

Ketahuilah bahwa harga nominal saham tidak memberikan petunjuk apakah berinvestasi di perusahaan tersebut merupakan keputusan yang paling tepat, atau apakah nilai perusahaan ini yang terlalu tinggi. Jadi, gunakanlah keempat rumus harga saham tersebut untuk kamu jadikan acuan dalam menilai harga saham murah atau mahal.


Metode Perhitungan Indeks

Secara umum, rumus menghitung indeks harga terbagi menjadi 2. Pertama, ada metode agregatif sederhana atau tidak tertimbang, dan kedua yakni metode tertimbang. Nah, dalam metode tertimbang itu terbagi lagi menjadi 3 metode. Ada Metode Laspeyres, Metode Paasche, dan Metode Marshall Edgeworth.

1. Metode Agregatif

Dalam metode agregatif sederhana ini, seluruh harga dalam tahun tertentu, dinyatakan sebagai persentasi dari keseluruhan harga komoditas dalam satu tahun. Kamu bisa melakukan perbandingan perubahan harga rata-rata pada tahun tertentu terhadap harga pada tahun-tahun sebelumnya. Nah, harga pada tahun sebelumnya itu dijadikan sebagai tahun dasar.

Perhitungan angka indeks dengan metode agregatif sederhana mempunyai kelebihan karena bersifat sederhana sehingga lebih mudah menghitungnya. Akan tetapi, metode ini mempunyai kelemahan yaitu tidak mempertimbangkan arti penting secara relatif berbagai komoditas sehingga barang-barang kebutuhan pokok memiliki bobot yang sama dengan barang yang lain. Padahal, barang-barang kebutuhan pokok akan direspon lebih oleh konsumen dibandingkan dengan barang-barang jenis lain.


2. Metode Tertimbang

Dalam metode tertimbang ini, kita akan masukkan faktor penimbang/bobot dari tiap jenis barang yang dihitung angka indeksnya.

  • Metode Laspeyres, Metode ini menerapkan jumlah barang pada tahun dasar menjadi timbangan terhadap suatu harga. Lebih lanjut, kuantitas barang itu faktor pengali untuk harga-harga barang yang indeksnya akan kita hitung. Cara tersebut kita pakai nih untuk mencari tahu perubahan harga. Anggapan yang mendasari metode ini ialah kuantitas (jumlah) barang tidak berubah dari tahun ke tahun sejak tahun dasar. Laspeyres pernah bilang begini, “Secara kuantitatif kebutuhan itu jumlahnya tidak berubah.”
  • Metode Paasche, Metode ini memakai jumlah/kuantitas barang pada tahun yang berjalan atau tahun yang dipakai sebagai timbangan terhadap harga. Dalam metode Paasche ini mengasumsikan bahwa jumlah barang itu bisa mengalami perubahan dari tahun ke tahun.
  • Metode Marshall Edgeworth, Metode ini menghitung dengan cara menggabungkan jumlah tahun dasar dengan jumlah tahun berjalan. Nah, habis itu langsung dikalikan dengan harga pada tahun dasar atau harga pada tahun berjalan.


Indeks LQ 45

Indeks yang terdiri dari 45 saham pilihan berdasarkan likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar, sehingga setiap 6 bulan saham yang masuk indeks ini bisa berubah-rubah tergantung kedua variable tersebut.


Indeks Review and Stock Replacement

Strategi yang menggunakan instrumen keuangan lain untuk secara efektif menciptakan kembali posisi kepemilikan saham. Ini telah digunakan oleh investor dan pedagang untuk waktu yang sangat lama dan dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi sangat populer menggunakan opsi. Menggunakan opsi untuk penggantian saham sangat sederhana, dan ini menawarkan beberapa manfaat utama yang berkaitan dengan leverage. Ada juga manfaat yang berkaitan dengan lindung nilai, meskipun hal ini membuat strateginya menjadi lebih kompleks. Kami telah menjelaskan lebih lanjut tentang strategi ini.


Advisory Comission

Index Advisory adalah pelopor dalam mengembangkan alat tes psikometri untuk digunakan secara efektif di berbagai bidang non-tradisional. Ini adalah salah satu perusahaan India pertama yang mengembangkan tes psikometri dalam bisnis peminjaman untuk memprediksi kelayakan kredit peminjam. Tes ini banyak digunakan saat ini oleh bank dan NBFC untuk membantu keputusan kredit mereka. Melalui penelitian berkelanjutan, Index Advisory bekerja untuk membuat alat mereka lebih kuat. Tes mereka tidak hanya dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan klien mereka, tetapi juga mengkhususkan diri dalam menyediakan menu format tes untuk dipilih. Tes ini dirancang untuk mengukur banyak parameter dan tersedia dalam sebagian besar bahasa India, sesuai dengan nuansa keragaman budaya dan regional.


Perhitungan angka Indeks Harga Saham

Indeks harga saham merupakan angka yang tersusun dengan hitungan tertentu sehingga menghasilkan trend. Sedangkan angka indeks itu sendiri dibuat untuk membandingkan perubahan harga saham dari masa ke masa.

Indeks harga saham menggunakan rumus umum:

IHS: (Ht / H0) x 100%

IHS: Indeks Harga Saham

Ht : Harga pada waktu yang berlaku

H0 : Harga pada waktu dasar

Dari sinilah Anda bisa mulai membaca situasi pasar untuk mendukung keberhasilan investasi Anda. Namun ada persoalan yang harus dipecahkan, yaitu mengenai waktu dasar. Merupakan masalah utama dalam menyusun angka indeks.

Sebab, bila Anda memilih waktu dasar pada saat pasar sedang dalam keadaan bergairah, bukan tidak mungkin Anda akan menemukan indeks harga yang terus menurun pada waktu-waktu selanjutnya. Demikian pula sebaliknya, bila Anda menentukan waktu pada saat pasar lesu, maka waktu-waktu selanjutnya indeks harga saham akan terus menunjukkan peningkatan. Karena itu, mungkin memilih waktu dasar pada saat tidak terjadi gejolak (stabil).


Referensi:

Fatimah, Tria Maulina. 2020. Makalah Teori Pasar Modal "Menganalisis Indeks Harga Saham, Perhitungan Harga Saham, Metode Perhitungan Indeks, LQ 45 Indeks, Indeks Review and Stock Replacement, Advisory Comission, Perhitungan Angka Indeks Harga Saham". Diakses 30 November 2020 dari triafatimah1006.blogspot.com: https://triafatimah1006.blogspot.com/2020/10/makalah-teori-pasar-modal-menganalisis.html.

Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Assalamualaikum teman-teman... 

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Capital Asset Pricing Model (CAPM)"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

Pengertian Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Model penetapan harga asset modal (CAPM) adalah sebuah alat untuk memprediksi keseimbangan imbal hasil yang diharapkan dari suatu asset beresiko. Model CAPM diperkenalkan oleh Treynor, Sharpe dan Litner. Model CAPM merupakan pengembangan teori portofolio yang dikemukan oleh Markowitz dengan memperkenalkan istilah baru yaitu risiko sistematik (systematic risk) dan risiko spesifik/risiko tidak sistematik (spesific risk /unsystematic risk).

Capital Asset Pricing Model (CAPM) pertama kali diperkenalkan oleh Treynor (1961), Sharpe (1964), dan Lintner (1965). Sharpe et., al. (2005:405) mengungkapkan bahwa Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan model penetapan harga aktiva equilibrium yang menyatakan bahwa ekspektasi return atas sekuritas tertentu adalah fungsi linear positif dari sensitivitas sekuritas terhadap perubahan return portofolio pasarnya.


Asumsi-asumsi Capital Asset Pricing Model (CAPM)

  • Investor akan men-diversifikasikan portofolionya dan memilih portofolio yang optimal sesuai dengan garis portofolio efisien.
  • Semua investor mempunyai distribusi probabilitas tingkat return masa depan yang identik.
  • Semua investor memiliki periode waktu yang sama.
  • Semua investor dapat menjamin atau meminjamkan uang pada tingkat return yang bebas resiko.
  • Tidak ada biaya transaksi, pajak pendapatan, dan inflasi.
  • Terdapat banyak sekali investor, sehingga tidak ada investor tunggal yang dapat mempengaruhi harga sekuritas. Semua investor adalah price taker.
  • Pasar dalam keadaan seimbang (equilibrium).

Resiko dan Return

Keinginan utama dari investor adalah meminimalkan risiko dan meningkatkan perolehan (minimize risk and maximize return). Asumsi umum bahwa investor individu yang rasional adalah seorang yang tidak menyukai risiko (risk aversive), sehingga investasi yang berisiko harus dapat menawarkan tingkat perolehan yang tinggi (higher rates of return), oleh karena itu investor sangat membutuhkan informasi mengenai risiko dan pengembalian yang diinginkan.

Risiko investasi yang dihadapi oleh investor (Rose, Peter S., dan Marquis, Milton H. 2006. Money and Capital Markets, Ninth Edition, p 277-280):

  • Market Risk (risiko pasar), sering disebut juga sebagai interest rate risk, nilai investasi akan menjadi turun ketika suku bunga meningkat mengakibatkan pemilik investasi mengalami capital loss.
  • Reinvestment risk, risiko yang disebabkan sebuah aset akan memiliki yield yang lebih sedikit pada beberapa waktu di masa yang akan datang.
  • Default risk. Risiko apabila penerbit aset gagal membayar bunga atau bahkan pokok aset.
  • Inflation risk. Risiko menurunya nilai riil aset karena inflasi.
  • Currency risk. Risiko menurunnya nilai aset karena penurunan nilai tukar mata uang yang dipakai oleh aset.
  • Political risk. Risiko menurunya nilai aset karena perubahan dalam peraturan atau hukum karena perubahan kebijakan pemerintah atau perubahan penguasa.

Suku bunga bank sentral tentunya masih berpotensi memiliki semua risiko, akan tetapi diasumsikan negara tidak mungkin gagal membayar (walaupun ada juga kemungkinannya), oleh karena itu biasanya return dari risk free aset (Rf) digunakan suku bunga bank sentral.

Capital Asset Pricing Model (CAPM) mencoba untuk menjelaskan hubungan antara risk dan return. Dalam penilaian mengenai risiko biasanya saham biasa digolongkan sebagai investasi yang berisiko. Risiko sendiri berarti kemungkinan penyimpangan perolehan aktual dari perolehan yang diharapkan (possibility), sedangkan derajat risiko (degree of risk) adalah jumlah dari kemungkinan fluktuasi (amount of potential fluctuation).

Saham berisiko dapat dikombinasi dalam sebuah portofolio menjadi investasi yang lebih rendah risiko daripada saham biasa tunggal. Diversifikasi akan mengurangi risiko sistematis (systematic risk), tetapi tidak dapat mengurangi risiko yang tidak sistematis (unsystematic risk). Unsystematic risk adalah bagian dari risiko yang tidak umum dalam sebuah perusahaan yang dapat dipisahkan. Systematic risks adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan yang berhubungan dengan seluruh pergerakan pasar saham dan tidak dapat dihindari.

Informasi keuangan mengenai sebuah perusahaan dapat membantu dalam menentukan keputusan investasi. Investor biasanya menghindari risiko, investor menginginkan perolehan tambahan (additional returns) untuk menanggung risiko tambahan (additional risks). Oleh karena itu saham berisiko tinggi (High-risk securities) harus mempunyai harga yang menghasilkan perolehan lebih tinggi daripada perolehan yang diharapkan dari saham berisiko lebih rendah.


Pembentukan Model Capital Asset Pricing Model (CAMP)

Keterangan:

  1. Perhatikan titik M, ini merupakan tingkat pengembalian yang diharapkan pada portofolio pasar sebesar E(Rm) dengan risiko sebesar βm = 1 (satu).  
  2. Security Market Line (SML) merupakan garis pasar sekuritas yang menunjukkan bahwa risk and return berhubungan positif linear. Perhatikan SML sebelah kiri titik M. Semakin kecil risiko sistematis (β), maka expected return portofolio atau sekuritas tersebut akan semakin kecil. Sementara itu, SML sebelah kanan titik M menunjukkan bahwa semakin besar β, maka expected return portofolio atau sekuritas tersebut akan semakin besar. 
  3. Rf merupakan risk free rate atau disebut pula sebagai investasi bebas risiko. Di Indonesia Rf dapat diwakilkan dengan suku bunga deposito atau BI Rate. Perhatikan posisi Rf yaitu berada pada β = 0 (nol). Selain itu, SML dimulai dari titik Rf sehingga Rf merupakan intercept dari SML. 
  4. Risk Premium merupakan selisih dari Expected Return Market dengan Risk Free Rate. Hal ini menandakan bahwa risk premium merupakan kelebihan yang akan diterima investor apabila berinvestasi pada aset berisiko dengan risiko sebesar β. Sehingga, Risk Premium merupakan Slope dari SML.


Persamaan Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) adalah:

Rs = Rf + Rp

Keterangan:

Rs = Expected Return on a given risky security

Rf = Risk-free rate

Rp = Risk premium

Bila nilai β = 1 artinya adanya hubungan yang sempurna dengan kinerja seluruh pasar seperti yang diukur indek pasar (market index), contohnya nilai yang diukur oleh Dow-Jones Industrials dan Standard and Poor’s 500-stock-index. Hubungan ini dapat digambarkan dalam contoh pada gambar.

β adalah ukuran dari hubungan paralel dari sebuah saham biasa dengan seluruh tren dalam pasar saham.

Bila β > 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih tinggi daripada pasar.

β < 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih rendah daripada indek pasar secara umum (general market index).

Perubahan persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) dengan memasukan faktor β dinyatakan sebagai:

RS = Rf + βs (Rm – Rf)

Keterangan:

RS = Expected Return on a given risky security

Rf = Risk-free rate

Rm = Expected return on the stock market as a whole

βs = Stock’s beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu

CAPM bertahan bahwa harga saham tidak akan dipengaruhi oleh unsystematic risk, dan saham yang menawarkan risiko yang relatif lebih tinggi (higher βs) akan dihargai relatif lebih daripada saham yang menawarkan risiko lebih rendah (lower βs). Riset empiris mendukung argumen mengenai βs sebagai prediktor yang baik untuk memprediksi nilai saham di masa yang akan datang (future stock prices).

CAPM dikritik sebagai penyebab masalah kompetisi di Amerika Serikat. Manajer di sebuah perusahaan di Amerika Serikat yang menggunakan CAPM terpaksa membuat investasi yang aman dalam jangka pendek dan perolehannya dapat diprediksi dalam jangka pendek daripada investasi yang aman dan perolehan dalam jangka panjang. Para peneliti telah menggunakan CAPM untuk menguji hipotesa yang berhubungan dengan hipotesa pasar efisien.


Aplikasi CAPM

Model yang dikembangkan CAPM menjelaskan bahwa tingkat return yang diharapkan adalah penjumlahan dari return aset bebas risiko dan premium risiko. Premium risiko dihitung dari beta dikalikan dengan premium risiko pasar yang diharapkan. Premium risiko pasar sendiri dihitung dari tingkat return pasar yang diharapkan dikurangi dengan tingkat return aset bebas risiko. Bentuk matematika CAPM:

Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

Rf biasanya didekati dengan tingkat return suku bunga bank sentral, di Indonesia umumnya risk free aset didekati dengan tingkat return suku bunga Bank Indonesia.

βs didekati dengan menghitung data time series saham dengan data return pasarnya. Penjelasan mengenai cara menghitung beta disertakan di bagian akhir artikel ini.

Rm didapatkan dengan meramalkan return IHSG. Banyak mahasiswa yang bingung mendapatkan nilai Rm yang negatif, biasanya mereka menghitung IHSG dengan cara memprediksi historisnya yaitu dengan membandingkan return IHSG tahun x dengan return IHSG tahun x-1. Dari definisi CAPM bahwa Rm adalah tingkat return pasar yang diharapkan, bukan tingkat return pasar yang periode yang lalu. Untuk mendapatkan nilai Rm tentunya harus dapat memprediksi berapa tingkat return IHSG yang diharapkan. Salah satu cara memprediksi IHSG adalah dengan cara analisis faktor. Di sini anda harus melakukan studi empiris, anda harus menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi IHSG, kemudian membuat persamaan regresi dari IHSG dan faktor yang mempengaruhinya. Dan terakhir anda harus memprediksi nilai dari faktor yang mempengaruhi IHSG untuk x periode yang anda tentukan. Cara lainnya adalah menggunakan nilai IHSG dari hasil penelitian empiris dari peneliti lain.


Contoh Aplikasi Menghitung Rs

Suatu sekuritas x yang mempunyai Expected Return 0.27 (27% per tahun) dan nilai betanya 1.2, apakah sekuritas x ini layak di beli atau tidak?

Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

Rf = misal SBI 1 bulan saat ini adalah 0.06 (6% per tahun)

Rm = misal return IHSG yang diharapkan saat ini adalah 0.26 (26% per tahun, didapatkan dengan cara memprediksi return)

βs = 1.2

Sehingga:

Rs = 0.06 + 1.2 (0.26 - 0.06)

Rs = 0.06 + 1.2 (0.2)

Rs = 0.06 + 0.24

Rs = 0.3 (30%)

Kesimpulan, dengan nilai beta 1.2, apabila return yang diperoleh hanya 27%, maka harga sekuritas terlalu mahal, karena return wajarnya adalah 30%.


Kelebihan Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Dalam penggunaannya, CAPM memiliki kelebihan tersendiri dalam mengestimasi return saham. Kelebihan tersebut sebagai berikut:

  • Dapat digunakan untuk perhitungan jangka panjang
  • Data yang dibutuhkan mudah di dapatkan.
  • Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengestimasi return.


Kekurangan Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Sebagai suatu model asset pricing yang cukup mudah digunakan, CAPM memiliki kekurangan yaitu hanya memperhitungkan market risk sebagai risiko tunggal dalam mengestimasi return saham. Dengan demikian, hasil estimasi kurang akurat.

Referensi:

Oos, Rinsa. 2020. Makalah The Capital Asset Pricing Model (CAPM). Diakses 30 November 2020 dari rinsaoos.blogspot.com: https://rinsaoos.blogspot.com/2020/10/makalah-capital-asset-pricing-model-capm.html.

Portofolio Beresiko Optimal

Assalamualaikum teman-teman... 

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Portofolio Beresiko Optimal"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

Pengertian Portofolio Beresiko Optimal

Portofolio yang optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang terdapat pada portofolio yang efisien. Tentunya portofolio yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai dengan preferensi investor bersangkutan terhadap return maupun terhadap risiko yang bersedia ditanggungnya.


Konsep Portofolio Optimal

Dalam pembentukan portofolio, investor selalu ingin memaksimalkan return harapan dengan tingkat risiko tertentu yang bersedia ditanggungnya, atau mencari portofolio yang menawarkan risiko terendah dengan tingkat return tertentu. Jadi portofolio yang efisien adalah portofolio yang memberikan return tertinggi dan tingkat risiko tertentu. Sejumlah portofolio yang memenuhi dua kondisi tersebut dinamakan efficient set / efficient frontier.

Sedangkan yang dimaksud portofolio yang optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang terdapat pada portofolio yang efisien.

Tentunya portofolio yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai dengan preferensi investor bersangkutan terhadap return maupun terhadap risiko yang bersedia ditanggungnya.

Pemilihan portofolio optimal didasarkan pada preferensi investor terhadap return yang diharapkan dan risiko yang ditunjukkan oleh kurva indiferen.

Skema Portofolio Efisien dan Portofolio Optimal

Garis vertical pada gambar diatas menunjukkan tingkat return yang diharapkan, sedangkan garis horizontal menggambarkan tingkat risiko portofolio. Bidang ABCDEGH dalam gambar diatas menunjukkan kumpulan portofolio yang tersedia bagi investor. Bagian yang ditunjukkan oleh garis BCDE disebut sebagai pertemuan efisien. Yaitu kombinasi asset-aset yang membentuk portofolio yang efisien. Bagian itu merupakan bagian yang mendominasi dibandingkan dengan titik-titik lainnya (A, G, H). Bagian yang ditunjukkan oleh titik BCDE, merupakan pilihan-pilihan portofolio terbaik bagi investor disbanding bagian AGH, karena BCDE mampu menawarkan tingkat return yang lebih tinggi dengan risiko yang sama disbanding bagian AGH.

Salah satu titik kombinasi portofolio yang dipilih investor dari garis BCDE disebut sebagai portofolio yang optimal. Dalam gambar diatas terlihat bahwa kurva indeferen investor bertemu dengan permukaan efisien pada titik D. artinya portofolio optimal bagi investor tersebut adalah portofolio pada titik D, karena portofolio D tersebut menawarkan return harapan dan risiko yang sesuai dengan preferensi investor tersebut.


Menentukan Portofolio Beresiko Optimal

Pada dasarnya, manajemen portofolio terdiri dari tiga aktivitas utama, yaitu:

  • Pembuatan keputusan alokasi aset
  • Penentuan porsi dana yang akan diinvestasikan pada masing–masing kelas aset
  • Pemilihan aset–aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih. 


Memilih Portofolio Berdasarkan Preferensi Investor

Dalam memilih portofolio, investor akan mendasarkan pemilihannya pada preferensi terhadap return yang diharapkan dan risiko yang bersedia ditanggung investor. Artinya, investor akan memilih titik portofolio yang terletak pada permukaan efisien yang menawarkan risiko yang sesuai dengan preferensinya terhadap risiko. Semakin konservatif seorang investor, semakin enggan dia menanggung risiko. Semakin agresif seorang investor, berarti semakin berani dia menanggung risiko sehingga pilihan portofolionya akan semakin mendekati portofolio pada aset berisiko.

Protofolio juga menggunakan teori kepuasan sehingga titik maksimum dimana resiko tidak bisa dikurangi lagi. Portofolio optimal berdasarkan preferensi investor mengasumsikan hanya didasarkan pada return ekspektasi dan risiko dari portofolio secara implisist yang menganggap bahwa investor mempunyai fungsi utility yang sama atau berada pada titik persinggungan utiliti investor dengan effiicient set. (Jogiyanto, 2000: 193)

Tiap investor mempunyai tanggapan risiko yang berbeda-beda. Investor yang mempunyai tanggapan kurang menyukai risiko mungkin akan memilih portofolio di titik B. Tapi, investor lainnya mungkin mempunyai tanggapan risiko berbeda, sehingga mereka memilih portofolio yang lainnya selama portofolio tersebut merupakan portofolio efisien yang masih berada di efficient set. Portofolio mana yang akan dipilih investor tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing.

Seperti yang dibahas sebelumnya, model portofolio Markowitz biasanya digunakan dalam pemilihan portofolio yang terdiri dari aset–aset individual dan bukan digunakan dalam pemilihan portofolio yang terdiri dari berbagai kelas aset. Kelas aset adalah pengelompokkan aset–aset berdasarkan jenis–jenis aset seperti saham, obligasi, sekuritas luar negeri dll. Keputusan alokasi aset tidak hanya meliputi penentuan alokasi dana pada kelas aset di satu negara saja, tapi bisa dilakukan pada beberapa negara.

Manfaat yang bisa diperoleh dari diversifikasi pada berbagai kelas aset di berbagai negara, pada dasarnya sama dengan manfaat diversifikasi pada aset individual, yaitu manfaat pengurangan risiko pada tingkat tertentu dari return yang diharapkan. Sama halnya dengan portofolio pada aset individual, portofolio kelas aset yang optimal akan ditentukan oleh preferensi investor terhadap return yang diharapkan dan risiko. Jika ada portofolio kelas aset yang sesuai dengan preferensi investor, maka portofolio tersebut nantinya akan menjadi portofolio optimal.


Kerangka Berpikir Untuk Menilai Kinerja Portofolio

Adapun kerangka berpikir untuk menilai kinerja portofolio antara lain adalah:

  1. Tingkat Risiko, didalam mengavaluasi kinerja portofolio harus diperhatikan apakah return yang diperoleh sudah cukup memadai menutup risiko yang ditanggung (risk adjusted).
  2. Periode Waktu, beberapa portofolio yang sama tingkat return dan risikonya akan dinilai berbeda apabaila waktu yang diperlukan juga berbeda.
  3. Benchmark yang Sesuai, yaitu patokan (benchmark) yang digunakan untiuk menilai kinerja portofolio adalah portofolio yang sebanding.
  4. Tujuan Invesatasi, tujuan yang berbeda akan mengakibatkan penilaian terhadap kinerja portofolio menjadi berbeda pula.

Tiap investor mempunyai tanggapan risiko yang berbeda-beda. Investor yang mempunyai tanggapan kurang menyukai risiko mungkin akan memilih portofolio di titik B. Tapi, investor lainnya mungkin mempunyai tanggapan risiko berbeda, sehingga mereka memilih portofolio yang lainnya selama portofolio tersebut merupakan portofolio efisien yang masih berada di efficient set. Portofolio mana yang akan dipilih investor tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing.


Skema portofolio yang akan dipilih oleh investor tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing.

Untuk investor ke-1, portofolio optimal adalah berada di titik C1 yang memberikan kepuasan kepada investor ini sebesar U2. jika investor ini rasional, dia tidak akan memilih portofolio D1 karena walaupun portofolio ini tersedia dan dapat dipilih yang berada di attainable set, tapi bukan portofolio yang efisien, sehingga akan memberikan kepuasan sebesar U1 yang lebih rendah dibandingkan dengan kepuasan sebesar U2. Investor akan memilih portofolio yang memberikan kepuasan yang tertinggi.


Karakteristik Umum Portofolio

Sebelum pemodal melakukan investasi pada sekuritas, ia perlu merumuskan terlebih dulu kebijakan investasinya. Beraa risiko yang bersedia ditanggung, berapa jumlah dana yang akan diinvestasikan, merupakan pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu. Karena investasi yang dilakukan mempunyai unsur ketidakpastian, pemodal hanya bisa mengharap tingkat keuntungan yang akan diperoleh. ketidakpastian atau risiko investasi tersebut diukur dengan penyebaran nilai tingkat keuntungan disekitar nilai tingkat keuntungan yang diharapkan. Ukuran penyebaran ini adalah deviasi standar atau variance.

Para pemodal melakukan diversifikasi investasi karena mereka ingin mengurangi risiko yang mereka tanggung. Sementara tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari tingkat keuntungan yang diharapkan dari masing-masing saham yang membentuk portofolio tersebut, deviasi standar portofolio lebih kecil dari rata-rata tertimbang sejauh koefisien korelasi antar saham yang membentuk portofolio tersebut lebih kecil dari satu. Semakin rendah koefisien korelasi semakin efektif penurunan deviasi standar.

Dengan memperbesar jumlah saham pada portofolio, akhirnya deviasi standar portofolio tersebut akan tergantung pda covariance saham-saham yang membentuk portofolio tersebut. Hal inilah yang menyebabkan mengapa dengan menambah jumlah saham dalam portofolio, deviasi standar portofolio akan semakin berkurang tetapi tidak pernah bisa dihilangkan.

Tingkat keuntungan yang diharapkan dari suatu portofolio tidak lain merupakan rata-rata tertimbang dari tingkat keuntungan yang diharapkan masing-masing saham yang membentuk portofolio tersebut.


Dinyatakan dalam rumus:

E(Rp) = iE(Ri)

Keterangan:

E(Rp) adalah tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio,

Xi adalah proporsi dana yang diinvestasikan pada saham i (i= 1,N),

E(Ri) adalah tingkat keuntungan yang diharapkan dari saham i.


Untuk variance portofolio, rumus umumnya adalah

P2 =  i2 2 + iXj ij

Keterangan:

P2= variance portofolio,

P2= variance saham I (i= 1….., N; i j), ij = covariance saham I dengan saham j (dalam hal ini ij = ij  i j)

Kalau kita ingin mengurangi deviasi standar tingkat keuntungan portofolio, maka berarti kita ingin mengurangi fluktuasi tingkat keuntungan portofolio tersebut dari waktu ke waktu. Untuk itu kita perlu memilih kombinasi investasi yang mempunyai koefisien korelasi yang rendah (akan lebih baik kalau negatif). Semakin kecil koefisien korelasi antar tingkat keuntungan, semakin efektif penurunan fluktuasi tingkat keuntungan tersebut.


Referensi:

Ningsih, Rahmawati Rahayu. 2020. Makalah Portofolio Beresiko Optimal. Diakses 30 November 2020 dari rahmawatirahayun.blogspot.com: https://rahmawatirahayun.blogspot.com/2020/10/makalah-portofolio-beresiko-optimal.html.

Produk-Produk Pasar Modal

Assalamualaikum teman-teman... 

Selamat datang diblog aku, di blog sebelumnya aku sudah membahas tentang pasar modal, kemudian aku sudah meriview buku tentang pasar modal, nah kali ini aku mau menjelaskan tentang "Produk-produk Pasar Modal"

Yuk disimak teman teman, semoga ini bisa membantu kalian yaa..

A. Saham Biasa (Common Stock)

Pengertian Saham Biasa

Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan dari seseorang/badan usaha terhadap suatu perusahaan. Jadi, bila seseorang membeli sebagian saham perusahaan N berarti orang tersebut telah memiliki sebagian dari perusahaan N. Saham biasa adalah surat berharga dalam bentuk piagam atau sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak dan kewajibannya menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan .Dalam Pasar modal, saham atau saham biasa merupakan saham yang paling banyak dikenal masyarakat dan yang paling banyak digunakan untuk menarik dana dari masyarakat. dengan membeli saham, masyarakat akan memperoleh dividen (pembagian keuntungan). Dividen akan dibagikan kepada pembeli saham bila perusahaan tersebut mendapat keuntungan, bila tidak mendapat keuntungan maka pembeli saham tidak memperoleh dividen.


Hak-hak yang dimiliki oleh Pemegang Saham Biasa:

  • Hak kontrol
Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi. Ini berarti bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk mengontrol siapa yang akan memimpin perusahaannya. Pemegang saham dapat melakukan hak kontrol nya dalam bentuk memveto dalam pemilihan direksi di rapat tahunan pemegang saham atau memveto pada tindakan-tindakan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.
  • Hak menerima pembagian keuntungan
Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham biasa berhak untuk mendapat bagian dari keuntungan perusahaan. Tidak semua laba dibagikan, sebagian laba akan ditanamkan kembali ke dalam perusahaan. Laba yang ditahan ini (retained earning) merupakan sumber dana intern perusahaan. Laba yang tidak ditahan dibagikan dalam bentuk dividen.
  • Hak preemptif
Hak preemptif (preemptive right) merupakan hak untuk mendapatkan presentasi pemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham. Jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham, maka jumlah saham yang beredar akan lebih banyak dan akibatnya presentase kepemilikan pemegang saham yang lama akan turun.

Hak preemptif memberi prioritas kepada pemegang saham lama untuk membeli tambahan saham yang baru, sehingga presentase pemiliknya tidak berubah.Hak ini mempunyai dua tujuan, tujuan pertama adalah untuk melindungi hak kontrol dari pemegang saham lama. Tujuan yang kedua adalah untuk melindungi pemegang saham lama dari nilai yang merosot.


Manfaat investasi pada saham

Dividen, adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh dewan direksi dan di setujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dividen yang dibagikan oleh pemegang saham dapat berupa dividen tunai dan dividen saham.

Capital gain, adalah investor dapat menikmati caital gain, jika harga jual melebihi harga beli saham tersebut. Contohnya, Setahun lalu, Anda sebagai investor membeli saham PT X, yang listing di bursa efek dengan harga Rp3.500. Saat ini, harga saham PT X telah meningkat ,menjadi Rp3.750.  Jika anda menjual saham pada harga tersebut , maka anda akan menikmati capital gain.


Resiko Investasi pada Saham:
  • Tidak ada pembagian dividen, jika emiten tidak dapat membukukan laba pada tahun berjalan atau RUPS memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham karena laba yang diperoleh akan dipergunakan untuk ekspansi dana.
  • Capital loss, investor akan mengalami capital loss, jika harga beli saham lebih besar dari harga jual. Contohnya, Setahun lalu, Anda sebagai investor membeli saham PT X, yang listing di bursa efek dengan harga Rp3.500. Ternyata saat ini, harga saham saat ini turun menjadi Rp3.100. Jika anda menjual saham saat ini maka anda kan rugi Rp400.
  • Risiko likuidasi, jika emiten bangkrut atau di likuidasi, para pemegang saham meimiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban etimen dibayar. Yang terburuk adalah jika tidak ada lagi aktiva yang tersisa, maka para pemegang saham tidak memperoleh apa-apa.


Cara Membeli Saham

Di Indonesia, untuk membeli saham seseorang harus mendaftar menjadi investor terlebih dahulu pada perusahaan efek dengan membayarkan sejumlah uang sebagai deposit. Perusahaan efek yang dimaksud dalam hal ini yaitu Bursa Efek Indonesia (IDX). Cara lain untuk membeli saham adalah melalui pialang saham. Terdapat jumlah minimal pembelian saham dalam Bursa Efek Indonesia yaitu sebesar 1 lot atau 100 lembar. Jadi, semisal harga 1 lembar saham adalah senilai Rp3.710, maka investor memerlukan modal sebesar 100 x Rp3.710,- = Rp. 371.000,-.


B. Bonds dan Notes (Obligasi)

Pengertian Obligasi

Obligasi merupakan surat pengakuan utang jangka panjang yang dikeluarkan suatu perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh dana. Selain perusahaan, pemerintah juga menerbitkan obligasi untuk memperoleh dana pembangunan, misalnya pembangunan jalan, pembangunan sekolah dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Pemegang obligasi akan memperoleh bunga secara periodik dan akan menerima pokok pinjaman pada tanggal jatuh tempo. Keuntungan membeli obligasi diwujudkan dalam bentuk kupon.


Jenis-jenis Obligasi

  1. Goverment Bond: Pemerintah juga membutuhkan dana untuk pembangunan negara. Salah satunya adalah dengan meminjam jangka panjang kepada masyarakat. Surat utang pemerintah ini disebut dengan Surat Utang Negara (SUN) atau lebih dikenal dengan nama obligasi pemerintah (government bond).
  2. Multicipal Bond: Multicipal bond adalah obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah misalnya pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten. Pemerintah daerah biasanya mengeluarkan obligasi ini untuk pembiayaan modal, seperti membangun jalan raya, perumahan rakyat, rumah sakit umum dan lain sebagainya.
  3. Corporate Bond: Obligasi perusahaan (corporate bond) adalah surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta dengan nilai utang akan dibayarkan kembali pada saat jatuh tempo dengan pembayaran kupon atau tanpa kupon yang sudah ditentukan di kontrak utangnya.


Manfaat Obligasi

  • Bunga: Bunga dibayar secara reguler sampai jatuh tempo dan ditetapkan dalam persentase dari nilai nominal. Contohnya, Obligasi dengan kupon 10%, artinya pihak yang menerbitkan obligasi akan membayar sebesar Rp10 setiap Rp100 dari nilai nominal setiap tahun. Biasanya bunga dibayarkan 3 atau 6 bulan sekali.
  • Capital gain: Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh capital gain. Capital gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengan diskon, yaitu dengan nilai rendah dari nilai nominalnya, kemudian pada saat jatuh tempo ia akan memperoleh pembayaran senilai dengan harga nominal.
  • Hak klaim pertama: Jika emiten bangkrut atau di likuidasi, pemegang obligasi memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.


Resiko Investasi di Obligasi

  • Gagal bayar (Default). Sebagai investor, kemungkinan anda akan menanggung risiko gagal bayar ini. Kegagalan dari emiten untuk melakukan pembayaran bunga serta utang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang diterapkan dalam kontrak obligasi.
  • Capital loss. Capital loss terjadi, jika anda menjual obligasi sebelum jatuh tempo dengan harga yang lebih rendah dari pada harga beli nya.


Macam-macam Mekanisme Obligasi

  • Mekanisme penjualan obligasi di pasar perdana: Pasar perdana primary market adalah pasar yg memperdagangkan obligasi yg baru dikeluarkan emiten.
  • Mekanisme penjualan obligasi di pasar sekunder: Pasar sekunder adalah penjualan obligasi yg dilakukan oleh emiten setelah selesainya periode penjualan saham melalui pasar perdana.


Tahap dan Cara Membeli Obligasi

  1. Membuka rekening
  2. Pahami produk obligasi
  3. Lakukan analisis
  4. Memberikan amanat beli
  5. Siapkan dana
  6. Penyelesaian pembayaran obligasi

C. Forward Contract

Pengertian Forward Contract

Ada beberapa definisi mengenai kontrak forward, antara lain:

  • Investopedia: kontrak yang disesuaikan antara dua pihak untuk membeli atau menjual suatu aset pada tingkat harga tertentu di masa depan yang telah ditentukan.
  • Invstinganswers.com: perjanjian pribadi antara 2 pihak yang memberikan pembeli (buyer) kewajiban untuk membeli (atau memberikan penjual [seller] kewajiban untuk menjual) suatu aset pada harga dan waktu yang telah disepakati di masa yang akan datang.
  • Madura (2015): suatu perjanjian antara sebuah korporasi dan sebuah institusi keuangan (seperti bank komersial) untuk menukarkan sejumlah tertentu mata uang (currency) pada suatu nilai (rate) tertentu (dikenal sebagai forward rate) pada waktu tertentu di masa mendatang.

Dapat disimpulkan bahwa kontrak forward adalah suatu kontrak dimana kedua belah pihak yaitu pembeli dan penjual bernegoisasi dan menandatangani kontrak tertulis yang berisi kesanggupan kedua belah pihak untuk memperjualbelikan suatu komoditi atau aset tertentu (dalam jumlah dan kualitas tertentu),  pada tingkat tertentu di kemudian hari. Mekanisme ini ditujukan untuk mengurangi resiko ketidakpastian harga komoditi atau aset tertentu di masa datang.


Karakteristik Forward Contract

  • Kontak forward merupakan hasil negosiasi langsung antara pihak pembeli dengan penjual forward. Mereka bertemu langsung dan melakukan negosiasi. Jika terjadi kesepakatan, maka kontrak forward akan disepakati.
  • Pada kontrak forward, resiko default cenderung tinggi, tinginya resiko default tersebut dibebankan oleh dua faktor, yang pertama resiko kontrak forward diakumulasikan sampai jatuh tempo. Yang kedua counterparty merupakan perusahaan biasa, perusahaan biasa secara umum mempunyai resiko default yang lebih tinggi dibanding dengan lembaga pemerintahan atau semi pemerintah.

D. Future Contract

Pengertian Future Contract

Ada beberapa definisi mengenai kontrak future yaitu:

  • Investopedia: perjanjian resmi untuk membeli atau menjual suatu aset atau komoditas tertentu pada tingkat harga tertentu di masa depan yang telah ditentukan.
  • Invstinganswers.com: perjanjian yang memberikan pembeli (buyer) kewajiban untuk membeli (atau memberikan penjual (seller) kewajiban untuk menjual) suatu aset pada harga dan waktu yang telah disepakati di masa yang akan datang.
  • Madura (2015): kontrak yang menentukan suatu volume standar terhadap mata uang (currency) tertentu untuk ditukarkan pada waktu kontrak yang telah ditentukan.

Dapat disimpulkan bahwa kontrak future adalah suatu kontrak standar yang diperdagangkan pada buras berjangka, untuk membeli atau menjual acuan pada instrumen keuangan dalam satu tanggal dimasa yang akan datang dengan harga tertentu. Wadah yang menaungi proses mekanisme perdagangan future disebut lembaga kliring berjangka.


Secara singkat, kontrak Future adalah perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi:

  • Pembeli future setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau aset tertentu) dari penjual futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, pada batas waktu tertentu dalam kontrak
  • Penjual future setuju untuk menjual suatu komoditi atau aset tertentu kepada pembeli future, dalam jumlah tertentu, dan batas yang telah ditentukan dalam kontrak.

Perbedaan Forward Contract dengan Future Contract:

  • Forward adalah perjanjian kedua belah pihak yang bentuknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan kedua belah pihak tersebut, sedangkan future memang sudah punya bentuk kontarank yang standart.
  • Forward tidak ada perjanjian karena 2 belah pihak sementara, future ada lembaga kliringnya atau bursanya.
  • Besarnya kontrak untuk forward tergantung kedua belah pihak sementara, future besarnya sudah ditentukan (sudah standart).
  • Jangka waktu kontrak untuk forward tergantung kedua  belah pihak sedangkan future sudah ditentukan (sudah standart).


E. Option

Pengertian Option

Option merupakan hak untuk menjual atau membeli suatu efek yang diperdagangkan di bursa. Menurut penjelasan Pasal 1 angka 5 UUPM, Option adalah hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli atau menjual kepada pihak lain sejumlah efek pada harga dan dalam waktu tertentu. Hak option dapat diperdagangkan selama jangka waktu tertentu. Apabila hak option tidak dipergunakan setelah habis jangka waktunya maka hak tersebut tidak bernilai lagi. 


Macam-macam Option

  • Option Call: Memberikan hak kepada pembeli option untuk membeli saham dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya, selama jangka waktu option tersebut.
  • Option put: Memberikan hak pembeli option untuk menjual saham dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya, selama jangka waktu option tersebut.


F. Surat Utang Negara (SUN)

Pengertian Surat Utang Negara

Surat Utang Negara merupakan surat berharga dari Negara Republik Indonesia yang berbentuk surat pengakuan utang dalam rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran pokok dan bunganya berdasarkan masa berlaku.

Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan SUN, antara lain, jatuh tempo dan kupon atau bunga. Setiap jenis SUN punya masa berlakunya sendiri. Itu berarti pemerintah akan mengembalikan dana pokok investor sesudah mencapai waktu tenggat. Masa berlaku SUN cukup beragam, mulai dari 3 bulan sampai 30 tahun.

Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan SUN, antara lain, jatuh tempo dan kupon atau bunga. Setiap jenis SUN punya masa berlakunya sendiri. Itu berarti pemerintah akan mengembalikan dana pokok investor sesudah mencapai waktu tenggat. Masa berlaku SUN cukup beragam, mulai dari 3 bulan sampai 30 tahun.


Jenis-jenis Surat Utang Negara

  • Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yaitu SUN yang berjangka waktu maksimal 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto.
  • Obligasi Negara yaitu SUN yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon atau pembayaran bunga secara diskonto.
  • Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yaituObligasi Negara yang diperdagangakan secara ritel. Tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat atau investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.


Manfaat Penerbitan Surat Utang Negara

  • Surat Utang Negara memberikan peluang bagi investor dan pelaku pasar untuk melakukan diversifikasi portofolionya guna memperkecil risiko investasi.
  • Tingkat keuntungan investasi pada SUN, sebagaimana pada obligasi pada umumnya bersumber dari penghasilan kupon (bunga) dan potensi kenaikan harga (capital gain) dari harga obligasi.
  • Merupakan instrumen investasi yang bebas resiko gagal bayar, karena pembayaran bunga/kupon fan pokoknya dijamin oleh UU.SUN.
  • Produk Surat Utang Negara seperti obligasi Negara juga dapat dijadikan sebagai agunan dan dapat dijual setiap saat apabila membutuhkan dana.

Referensi:

Wulandari, Eka. 2020. Makalah Teori Pasar Modal "Produk-produk Pasar Modal". Diakses 30 November 2020 dari ekawulandari43.blogspot.com: https://ekawulandari43.blogspot.com/2020/10/teori-pasar-modal-produk-produk-pasar.html.